d j a l a n d j a l a n

about traveling in jakarta

Categories

Live Traffic Feed

View blog authority

Showing posts with label heritage. Show all posts
museumtamanprasasti1 Melihat museum dimalam hari? ih serem...
kan bangunan tua,pasti banyak hantunya.
Menyusuri makam tua di malam hari? apalagi pasti menakutkan... nanti seperti yang di film-film di Indonesia
nah buktikan sendiri,kalau museum itu tidak menyeramkan & menakutkan, seperti apa yangkita bayangkan...
Apalagi kuburan tua, pasti tidak serem...
kalau anda ikutan dalam acara :
Jelajah Malam Museum Taman Prasasti
Sabtu, 3 Mei 2008 | 18.30 - Selesai
Museum Taman Prasasti
Jalan Tanah Abang I No.1 Jakarta Pusat
Biaya : Rp.50.000,- (Lima Puluh Ribu Rupiah)

Fasilitas : Makan Malam Nasi Oelam Misjaya, Snack, Sinopsis, Hiburan Brass Band MBM, Pin/Kaos Jelajah Malam dan keliling Taman Prasasti
dengan narasumber Dr. Lilie Soeratminto (Dosen FIB UI)
75 peserta pertama akan mendapatkan kaos Jelajah Malam

Informasi & Pendaftaran :
Email : Kartum_boy@yahoo.com
Kartum Setiawan : 0817 9940 173 /021 99700131

Bagaimana menuju Museum Taman Prasasti ?- Dari arah stasiunJakarta Kota (BEOS) bisa menggunakan Mikrolet 08,turun di depan Museum Taman Prasasti.

- Dari arah Tanah Abang menggunakan Mikrolet 08, turun di Tanah Abang I, jalan kaki menuju museum sekitar 200 meter.
- Dengan Busway turun di Shelter Monumen Nasional (Monas), jalan kaki menuju ke Jl. Museum (disamping Museum Nasional) hingga ujung, setelah itu akan menemukan jalan Abdul Muis, belok kanan menuju Jl. Tanah Abang I, setelah itu belok kiri menuju Museum Taman Prasasti.
- Kendaran pribadi dari arah Jl. MH. Thamrinsampai di gedung BI, belok kiri menuju Jl. Budi Kemuliaan hingga ujung Jl.Abdul Muis, setelah menemukan Jl. Tanah Abang I, belok kiri menuju Museum Taman Prasasti.

more

WBCD_poster_with_text_final 23 - 27 April 2008 | 10:00

Museum Bank Mandiri
Jl. Lapangan Stasiun No. 1
Jakarta-Kota

+6221-7003 0093

World Book Day yang dirancang oleh UNESCO adalah sebuah perayaan buku dan literasi yang diadakan setiap tahun di seluruh dunia. Indonesia pertama kali melaksanakannya di tahun 2006 dengan prakarsa Forum Indonesia Membaca yang didukung oleh berbagai pihak, baik itu pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas dan masyarakat umum.

Acara :
Pameran Buku
Pameran Komunitas
Pameran Foto Literasi
Festival Jajanan Pasar
Wisata Kota Tua

Details:
Pameran Buku, Pameran Komunitas, Pameran Lukisan, Festival Makanan Indonesia, Wisata Kota Tua, Lomba Tebak Buku, Bike Endemy Majalah Cycling, Library Clinic Himaka Library Care

Rabu, 23 April 2008 - SUARA PELAJAR SUARA KITA

10.00 - 11.00 - Aula Literasi
Sambutan Dessy Sekar Astina, Festival Director World Book Day Indonesia 2008
Sambutan Maylaffayza, Duta World Book Day Indonesia dan violist
Pembukaan festival oleh Ibu Menteri Komunikasi dan Informasi, Ibu M. Nuh
Performing art Forum Komunitas Sitimulyo dan Marching band MuseumBank Mandiri

11.00 - 12.00 - Area Pameran
LITERACY : GAMES 1
Lomba Berburu Buku untuk siswa SD
Informasi dan pendaftaran hubungi Diah 081808427000

12.00
LITERACY : QUIZ
Pembukaan Lomba Tebak Buku
Meja Informasi World Book Day Indonesia 2008

12.00 - 13.00 - Beranda Komunitas
LITERACY : COMMUNITY 1
Performing Art Oleh Sanggar Anak Bulungan

13.00 - 16.00 - Kelas Aksara
LITERACY : MOVIE 1 - “Akeela and the Bee”

13.00 - 15.00 - Aula Literasi
LITERACY : TALK 1 - Dibohongin Iklan? Nggak Lagi Deh..
Pembicara :
1. Santi Indra Astuti (Bandung School of Communication Studies)
2. Andriani L. Soetoto (Matari Advertising)
3. Ayu Ambarwati (Peneliti Perkembangan Remaja)
Moderator : Lisa Boy

13.00 - 15.00 - Beranda Komunitas
LITERACY : EVENT 1
Story Telling & Lomba Menggambar di Dinding Sekaligus peluncuran ulang buku Dunia Adin karya Sundea diterbitkan Read publishing Mizan Group
Tema : "Seandainya Adin Jadi Temanku" oleh Sundea dan kawan-kawan
Informasi dan pendaftaran hubungi Diah 081808427000

15.00 - 16.00 - Beranda Komunitas
LITERACY : COMMUNITY 2
Diskusi Buku Ayat-Ayat Cinta oleh Teras Book Club SMP Lab School Kebayoran

16.00 - 17.30 - Beranda Komunitas
LITERACY : COMMUNITY 3
Temu Penulis Voice of Human Rights (VHR) Book
Pembicara:
1. FX Rudy Gunawan (penulis buku Hitler vs Pink Triangle – sebuah novel yang menuturkan perlakuan kejam Hitler terhadap kaum gay dan novel Koma)
2. Margiyono (penulis buku Neraka Rezim Soeharto, et al – buku yang berisi kesaksian langsung korban-korban penculikan dan penyiksaan yang dilakukan oleh rezim Orde Baru)
3. Ayu Utami (penulis buku Sidang Susila – Naskah teater yang mengupas kritikan terhadap RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi) kerjasama dengan Voice of Human Rights Media

17.30 - 18.30 - Beranda Komunitas
LITERACY : BOOK 1
Bedah Buku ”Saatnya Dunia Berubah” bersama Menteri Kesehatan, Prof. Dr. Dr. Siti Fadillah Supari, SpJP(K) oleh Sanggar Pencerahan

17.00 - 19.00 - Kelas Aksara
LITERACY : MOVIE 2 - Putar Film ”Great Debaters”

Kamis, 24 April 2008 - MELIHAT MASYARAKAT MELIHAT KITA

10.00 - 12.00 - Aula Literasi
LITERACY : FORUM
Kumpul Pustakawan dan Talk Show “Membaca Orang Kota di Kafe Buku"
Pembicara :
1. Dra. Ninis Agustini Dewayani, MA
2. Pengelola Kafe Zoe One
3. Richard Oh (Pengelola Toko Buku QB)
4. Pengelola MP Book Point
Moderator : Drs Agus Rusmana M.Lib, (Wakil Presiden ISIPII)
oleh Ikatan Sarjana Ilmu Perpustakaan dan Informasi Indonesia (ISIPII)

10.00 - 12.00 - Beranda Komunitas
LITERACY : BOOK 2
Karya Fernando Rahardian Srivanto “New World After World War II”

12.00 - 12.30 - Aula Literasi
LITERACY : COMMUNITY 4 - Profil Tarumanagara Knowledge Center

12.00 - 13.00 - Beranda Komunitas
LITERACY : COMMUNITY 5
Diskusi Buku Lukisan Hujan oleh Teras Book Club SMP Lab School Kebayoran

12.00 - 14.00 - Kelas Aksara
LITERACY : MOVIE 3 - “Life is Beautiful”

13.00 - 15.00 - Beranda Komunitas
LITERACY : TALK 2 - Bahasa Anak, Bahasa Ibu
Pembicara :
Arfi D Munandaris (Sekolah Semut-Semut, PemRed Majalah Teachers Guide)
Ibnu Wahyudi (Dosen Fakultas Ilmu Budaya UI)
Koeshartanti (Pengajar Psikolinguistik UI dan Peneliti Bahasa Anak)
Andi Yudha (Pendongeng dan penulis komik anak)
Moderator : Mahmudin (Forum Indonesia Membaca)

15.00-16.00 - Beranda Komunitas
Diskusi Pengalaman Belajar Bersama Orang Rimba bersama Butet Manurung oleh SOKOLA

16.00-18.00 - Beranda Komunitas
LITERACY : BOOK 3 - Bedah Buku oleh Pena Pundi Aksara

16.00-19.00 - Aula Literasi
LITERACY : MOVIE 4 - “Perempuan Punya Cerita”
Pembicara:
DJ Winky [Pemain 'Perempuan Cerita']
Debra Yatim (Seniman dan Jurnalis), membahas “Menjadi masyarakat yang kritis terhadap media massa sebagai produk budaya populer (pengaruh positif dan negatif)”.
Melissa Karim (Penulis Skenario), membahas “Film sebagai media kampanye anti kekerasan terhadap perempuan”.
Rena Herdiyani (Kalyanamitra) , membahas “ Fenomena kekerasan terhadap perempuan kerjasama dengan Kalyanamitra dan Kalyana Shira
Listyowati [Moderator]

18.00 - 20.00 - Beranda Komunitas
LITERACY : COMMUNITY 6
Diskusi "Media Komunitas" bersama Majalah Tapian

Jum’at, 25 April 2008 - MENGGALI HOBI MENGGALI KITA

10.00 - 12.00 - Beranda Komunitas
LITERACY : COMMUNITY 7
Talk Show dan Pentas Dialog : "Opera Pesantren" oleh Komunitas Mata Pena

12.00 - 14.00 - Kelas Aksara
LITERACY : MOVIE 5 - “Good Will Hunting”

14.00 - 17.00 - Beranda Komunitas
LITERACY : WORKSHOP 1 - Penulisan Kreatif Untuk Pelajar SMP-SMU
Pembicara Tim Gagas Media & Bukune oleh Gagas Media dan Bukune

15.00 - 17.00 - Aula Literasi
LITERACY : TALK 3 - "Sastra Untuk Anak Muda"
Happy Salma bersama Pelajar SMU

17.00 - 19.00 - Beranda Komunitas
LITERACY: COMMUNITY 8 - "Mengungkap Komunitas Belajar di Badui”

18.30 - 20.30 - Kelas Aksara
LITERACY : MOVIE 6 - Batavia 1941
Pembicara :
1. Kartum Setiawan (Komunitas Jelajah Budaya)
2. Roeshdy Hoesein (Komunitas Historia Indonesia)

Sabtu, 26 April 2008 - HARI KOMUNITAS HARI KITA

08.00 - 12.00
LITERACY : EVENT 2 - Exploring Jakarta Heritage
Narasumber: Asep Kambali (Sejarawan)
RUTE : Museum Bank Mandiri, Museum Bank Indonesia, Taman Fatahillah, PT. Pos Indonesia, Museum Sejarah Jakarta, Museum Wayang, Museum Seni Rupa dan Keramik, back to Museum Bank Mandiri.
oleh Komunitas Historia Indonesia
Informasi hubungi Tati 081932690456 atau Udjo 081808073636

10.00 - 12.00 - Beranda Komunitas
LITERACY : BOOK 4
Talkshow Membuat Skenario Film Sekaligus Peluncuran Buku Lost in Love
Pembicara :
1. Rahmania Arunita (Penulis Lost in Love dan Eifel I’m in Love)
2. Akmal Nasery Basral (Penggiat Sastra dan wartawan majalah TEMPO)

10.00 - 16.00 - Kelas Aksara
LITERACY : WORKSHOP 2 - Penulisan Kreatif
bersama Carolin Philipps (Jerman) dan Asma Nadia (Indonesia)
Didukung oleh Goethe-Institut Indonesia, Penerbit Obor dan Penerbit Mizan
Informasi dan pendaftaran hubungi Diah 081808427000

11.00 - 14.00 - Aula Literasi
LITERACY : BOOK 5 - KICK ANDY OFF AIR
Diskusi Buku Kick Andy: Kumpulan Kisah Inspiratif
bersama Andy F Noya (MetroTV) dan Andrea Hirata (Laskar Pelangi Trilogi)

12.00 - 13.00 - Beranda Komunitas
LITERACY : COMMUNITY 9
Workshop Pelajaran Bahasa Sindarin oleh Eorlingas

13.00 - 14.30 - Beranda Komunitas
LITERACY: TALK 4
Melihat Lebih Dekat Konsep Room to Read
Pembicara :
1. Dessy Sekar Astina (Forum Indonesia Membaca)
2. Gunawan Julianto (Rumah Pelangi-Muntilan)
3. Gangsar Sukrisno (Penerbit Bentang)
Moderator : Virgina (KKS Melati)

13.00 - 14.00 - Stand Indo Harry Potter
LITERACY : EVENT 3 - Berburu Horcrux oleh Indo Harry Potter

14.00 - 17.00 - Aula Literasi
LITERACY : COMMUNITY 10
Workshop Komik oleh Masyarakat Komik Indonesia

15.00 - 16.30 - Beranda Komunitas
LITERACY : COMMUNITY 11
Talkshow Pasca Harry Potter dan Lord of The Rings: Quo Vadis Pecinta Fiksi Fantasi di Indonesia oleh Indo Harry Potter dan Eorlingas

17.00 - 18.30 - Beranda Komunitas
LITERACY : COMMUNITY 12
Talk Show Nikmatnya Dunia Role Playing Game, dari Pembaca Menjadi Penulis oleh Komunitas Indohogwarts RPG Forum

17.00 - 19.00 - Kelas Aksara
LITERACY : MOVIE 7 - Afghan Chronicles
karya Dominic Morissette (Canada)

19.00 - 21.00 - Panggung Literasi
LITERACY : ART
Brass Band Museum Bank Mandiri, Yoyo Performance, Rumah Baca Kuartet, Musikalisasi Puisi & Paduan Suara SMU 49 Jakarta, dan komunitas lainnya

19.00 - 24.00
LITERACY : EVENT 4
Jakarta Night Trail
WISATA MALAM KOTA TUA JAKARTA
Menguak sejarah kota dikegelapan menelusuri jejak tersembunyi di dalam gedung tua!
Narasumber: Asep Kambali (Sejarawan)
RUTE : Museum Bank Mandiri, Museum Bank Indonesia, Chartered Bank, Toko Merah, Jembatan Kota Intan, Cafe Galangan*, Gudang Kayu VOC, Museum Bahari, Pelabuhan Sunda Kalapa, Menara Syahbandar, Jalan Tongkol, Cipta Niaga, Dasaad Musin Concern*, Taman Fatahillah, PT Pos Indonesia, Museum Sejarah Jakarta, Escompto Bank, Musuem Bank Mandiri.
Informasi hubungi Tati 081932690456 atau Udjo 081808073636

Minggu, 27 April 2008 - BERSAMA KELUARGA BERSAMA KITA

10.00 - 11.00 - Panggung Literasi
LITERACY : COMMUNITY 13
Ketoprak Sahabat Wacana oleh WACANA

10.00 - 12.00 - Beranda Komunitas
LITERACY : TALK 5 - Keluarga Peka Lingkungan
Pembicara :
1. Aulia Esti Wijiasih (Komunikasi Peduli Alam Indonesia)
2. Harini Bambang Wahono (Praktisi Lingkungan Banjarsari)
3. Ir. Lala Gozali (Gerakan Peduli Lingkungan Pondok Pekayon Indah Bekasi)
Moderator : Rahma Paramita (Sekolah Cikal)

11.00 - 12.00 - Panggung Literasi
LITERACY : WORKSHOP 3 - Membuat Layang-Layang
bersama Komunitas Layang-Layang Indonesia
Informasi dan Pendaftaran ke Evi 08161109737

11.00 - 13.00 - Stand Komunitas Yo-Yo Indonesia
LITERACY : EVENT 4 - Kontes Yo-Yo
oleh Yo-Yo Indonesia

11.00 - 13.00 - Kelas Aksara
LITERACY : MOVIE 8 - "The Little Prince"
Film adaptasi dari buku The Little Prince karya Saint Exupery

12.00 - 13.00 - Panggung Literasi
LITERACY : COMMUNITY 15
Lakon Anak Permainan Tradisional oleh KKS Melati

12.00 - 13.00 - Beranda Komunitas
LITERACY : COMMUNITY 16
Simulasi "Hogwarts Class" oleh Indo Hogwart RPG Forum

13.00 - 14.30 - Beranda Komunitas
LITERACY : COMMUNITY 17
Talk Show "Science Fiction, Science Fact, and Star Trek" oleh Komunitas Star Trek

15.00 - 15.30 - Beranda Komunitas
LITERACY : COMMUNITY 18
Peluncuran PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Mutiara Ilmu oleh Taman Bacaan Mutiara Ilmu

15.00 - 16.00
LITERACY : COMMUNITY 19
Simulasi Pertandingan Quidditch Match oleh Indo Harry Potter

15.30 - 16.00 - Beranda Komunitas
LITERACY : COMMUNITY 20
Qosidah Perahu Baca oleh Perahu Baca

16.00 - 17.00
- Pengumuman Lomba Tebak BukuDialog Komunitas Literasi Indonesia
- Penyerahan Anugerah dari Komunitas untuk Tokoh Literasi 2008
- Penutupan World Book Day Indonesia 2008
Festival dan pameran World Book Day Indonesia 2008 yang diselenggarakan oleh Forum Indonesia Membaca ini didukung oleh Mizan Publika sebagai publisher partner, Manajemen Museum Bank Mandiri, PT Excelcomindo Pratama (Bebas dan Explor), Goethe Institut Indonesia, Pena Pundi, TokoKaos.Com, Rileks.Com, SCTV, Liputan 6, Rumah Pelangi, Consina, Historia, Komunitas Jelajah Budaya, Yayasan Jurnal Perempuan.
---------------------------------------------
PARTISIPAN DAN PESERTA WORLD BOOK DAY INDONESIA 2008
---------------------------------------------
Eorlingas,The Indonesian Tolkien Society | Library Lovers Club SMU 49 Jakarta | Himaka Library Care Univeritas Padjadjaran Bandung | The Indonesian Literacy Institute | READ-Sundea | Majalah GEMA | Komunitas Indo-Star Trek | Masyarakat Komik Indonesia | Blogger Family | Komunitas Wayang | Sokola Butet Manurung | Rumah Baca KUARTET | Fedus Bekasi | TBM Warabal Parung Kiswanti | KKS Melati | Komunitas Layang-Layang Indonesia | Indo Hogwarts | Indo Harry Potter | Reading Bugs | Mutiara Ilmu | Forum Lingkar Pena | Komunitas Mata Pena | Perahu Baca | Cisauk Serpong Banten | PT. Balai Pustaka | Kawah Media | Komunitas Yoyo Indonesia | Penerbit Erlangga | Penerbit Andi | Mizan Publika | Effar & Dahara Prize | Komunitas Badui | Tarumanegara Knowledge Center | PT. Sinar Star Books | BUKU KITA | PT. Gelarwangi | AVTECH | Usaha Bersama | Lilo Friends | Penebar Swadaya | Forum Komunikasi Sitimulyo Bantul Jogjakarta | Yayasan Mitra Netra | Kalyanamitra | Pusat Komunikasi & Informasi Perempuan | Sanggar Anak Bulungan | Komunitas PasarBuku Indonesia | Rileks.Com | Green Radio | Jurnal Perempuan | TBM Arjasari Kabupaten Bandung Jawa Barat | Bulletin Recht Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya | Teras Book Club SMP Lab School Kebayoran Baru | Komunitas 1001Buku | Kreatifitas Siswa Pangudi Luhur | Dilts Foundation | PT. Widyadara | Pelukis Mulut | Voice of Human Rights | library@senayan | ASIPII, Asosiasi Sarjana Ilmu Perpustakaan dan
Informasi Indonesia | Majalah Jalan-Jalan | Dokter Kita | Appetite Journey | MPECH
TAPIAN | Rumba Sosio UI | Kerabat Karya Sosial (KKS PELITA HATI) | Warung Bacaan Anak (WACANA) | PT Excelcomindo Pratama | Toko Kaos.Com | Mizan Media Utama | Consina | Komunitas Historia | Pena Pundi Aksara | Jelajah Budaya | Rumah Dunia Serang Banten | Rumah Pelangi Muntilan | Cycling |

more:
WORLD BOOK DAY INDONESIA 2008
WORLD BOOK DAY 2008 INDONESIA
World Book Day

more

Sabtu 26 April 2008 jam 06.30 pagi hari

Rp.750 ribu/orang, sudah termasuk:

  • (makan pagi 1 kali)
  • (makan siang 2 kali)
  • (makan malam 1 kali) (yap, total makan 4 kali)
  • (naik Bus AC Big Bird p.p)
  • (nginepnya di Hotel Mutiara)
  • (kaos PTD karya Van Dongen!)
  • (Kelilingin Observatorium Bosscha)
  • (Kelilingin Villa Isola, Bumi Siliwangi)
  • (Kelilingin Bandoeng di Tempo Doeloe)
  • (Kelilingin Museum Geologi yang keren)
  • (Kelilingin Museum Konferensi Asia Afrika)
  • (Maen Angklung di Saung Angklung Mang Udjo)

    (Selama di Bandoeng akan diceritakan oleh ahlinya)
    (Akan diterangkan riwayat Bandung pada masa purba)
    (Juga dijelaskan tentang "Jalan Raya Pos sebenarnya")

(tentang on-kost, yah Rp.750.000 (toedjoe ratoes lima poeloe riboe roepiah), kaloe-kaloe mahoe ikoet dari Bandoeng, bole sahadja, tapi on-kostnja tetep jaah, katjoeali yey bawa mubil ndiri (gak ikut bus) kepotong Rp.100.000 per persoon, djadinja Rp.650.000 per persoon, lantas kalo tak ikut hotel potong Rp.150.000, jadi kalo kagak ngikut bus (bus Big Bird yang Batmus gunakan dari Jakarta) dan gak ikut
menginep di hotel, maka silahkan transfer Rp.500.000 sadja, dan itu udah termasuk kaos pitidi jang editie choesoes.

hhhmm sorrynih jek, sebenernja i djoega gak demen sama pitidi ketengan, ach
kayak beli rokok aja, sebatang-dua batang hehehe, tapi yah begini adanya kalo pitidi yang kotanya terlalu deket sama ibukota hehehe)

(oh iyah, orang moeda, toea, bajarnja sama jah, kerna kitaorang bikin ini plesiran boekan oentoek korting-kortingan, namoen jang kitaorang kassie persembahkan adalah konsep yang prima, dengan kemasan yang yuhuuu!)

Kaloe-kaloe kota Batavia di djemannja Gouverneur-Generaal J.P.Coen (thn 1619 -1629) pernah poenja slogan jang beboenji: "Dispereet Niet!" (atau bahasa gaulnya: "Jangan Desperado deh!" hihi), maka kota Bandoeng poenja jang lebi yahud poenja, jakni begini: "Ga niet dood voor dat je naar Parijs Van Java gaat" (atau kira-kira
artinya: "Lu jangan mokat dulu dah sebelom lu pegi ke Bandung!" eh iye, mokat = mati yah, duh 80an bgt!)

Yah, kota Bandung memang moiiiiiiiii, sehingga banyak orang doeloe yang percaya bahwa "Tuhan menciptakan Bandung sambil tersenyum".
Walah! gak salah tuh! yah kagak dong, tapi yah jangan liet yang sekarang, yang makin semrawut akibat serangan plat B selama weekend ! (maap yah warga Bandung, peace !).

Okeh jadi gini nih, kitaorang kasengsem banget oentoek plesiran naar Bandoeng di achir boelan April. Kalo yey pengen ikoetan, sigra, lekas, daftarken diri toean-njonja ke email: adep@cbn.net.id sekarang djoega !!!

kerna kitaorang aken bikin satoe programma jang tiada kadoeanja (pertjaja deh) iaitoe:

PLESIRAN TEMPO DOELOE: Bandoeng, Euy!
sedari hari Saptoe hingga hari Minggoe
tanggal 26 dan 27 April di tahoen 2008

Doeloe di saboeah krant (yah, ini menjadi koran di Bahasa Indonesia deh!) ada gambar komik jang menampilkan moeka semrawoet saorang lelaki, dan di bawahnja ada sadikit toelisan: Batavia, Soerabaia.

Sedangken di seblahnja ada gambar moeka tjerah, terang poela bertjahja (bercahaya), jang menggambarkan saorang meneer djalan kaki sembari moekanja tersenjoem bahagia en tampak sehat wa'alfiat jang ametlah berbeda dengen gambar di seblah kirinja.

Yaah itoe komik kassie tjontoh bahoea tatkala jij di Bandoeng, maka jij aken
senantiasa goembirah. Hati gelisah, goenda-goelana, tiada moentjoel :)
Tapi itu duluuuuuuu...

Kalo sekarang ?!!#$%
Tenang aja, Bandung masih menyisakan berbagai macam keindahan dan keunikan yang tetap bikin kitaorang berdoejoen-doejoen toeroen ka selatan naek auto via Cipularang! Apalagi djikaloe toean en njonja jang boediman ikoetin program-nja SAHABAT MUSEUM, jang soesoenan atjara bikin hati ini tergoda, kerna kitaorang soeda settingin itoe atjara bagoes betoel!

Nih dengerin aja nih, begitu sampe Bandung (kira-kira jam 10 pagi) kita langsung ke Museum Geologi, yang akan dipandu oleh ahlinya: Pak Budi Brahmantyo :)

Pak Budi ini adalah seorang geolog ITB yang bersama team-nya menemukan situs Goa Pawon di sekitar barat kota Bandung, di tahun 1999. Dia orang juga menemukan fossil atau kerangka Manusia Pawon yang masih utuh, dan tertimbun di tanah selama lebih dari 1000 tahun lamanya *gleg!* pokoknya seru deh ceritanya Pak Budi ini nantinya.

Oh iya di dalem Museum Geologi ini, kitaorang akan semakin paham akan Indonesia, tentang Pulau Jawa, Pulau Sumatera, Pulau Kalimantan, Pulau Sulawesi, Pulau Ambon, Pulau Papua, dan pulau-pulau lain di seluruh Nusantara.

Juga akan diterangkan tentang mengapa Pulau Sumatera rawan gempa, trus Pulau Kalimantan aman-aman aja dan stabil, lantas kenapa Pulau Sulawesi berbentuk huruf K. hhhmmm sangat informatif nih museum!

eeitts jangan lupa disini juga banyak kerangka dinosaurus dan manusia purba taun jebot.

Lantas sebelum makan siang, Pak Budi akan mempresentasikan mengenai terjadinya kota Bandung, yang doeloenja masih merupakan danau purba, dan jg lu olang akan dikasih liet bagemana caranya danau itu terbentuk. Berawal dari letusan gunung di sekitar kawasan ini, lalu air mengenangi cekungan kosong, dan selanjutnya, dengerin penjelasan langsung aja deh dari Pak Budi, karena diaorang aken jelasinnya pake power-point lengkap dengan suara gunung meletusnya, mledug !!! aarrrg menarik sekali presentasi si bapak yg atu ini!

Abis itu ke berger (bergerak maksudnye) ke Observatorium Bosscha.
Ada sebuah teropong yang gede di puncak bukit Lembang, dibangun pada awal tahun 1920an oleh Meneer Karel Albert Rudolf Bosscha (dibacanya: Bossya). Teropong bintang ini didirikan atas pesan ayah si Karel pada tahun 1902, yang diucapkan selagi sarapan di Nederland atau Negeri Belanda. Ini bangunan kerap disebut sebagai: Sterrenwacth, yang artinya Peneropong Bintang, tapi mamang di sekitar sini lebih suka mengucapkanya menjadi: Sterwah, maklumlah lidah lokal!
Ntar deh kitaorang ceritain riwayatnya gedung ini, lengkap dengan caranya mengimpor dari Eropa sono, bisa dibayangin kan gimana caranya bawa teropong bintang seberat 30 ton ini dari Batavia ke Bandung pada tahun 1920an, dengan spoor dari Tandjong Priok ke Lembang.

Klaar koeliling Teropong Bintang Observatorium Bosscha, kitaorang lanjutin perjalanan turun ke Villa Isola, kalo mau liet seperti apa luarnya, liet aja nih di multiply-nya Maya Hadi, di-klik aja: www.mayahadi.multiply.com, dan nantinya kitaorang puterin film yang ada gambar villa ini dari dalem, dan tentu nontonnya di dalem gedung ini nantinya, tidak lupa kita akan naek sampe atasnya, wuiih ke
atapnya bok! sambil lietin kota Bandung menjelang sunset (emang masih keliatan yakh?) tentang ini masih tentatip yah <<< pake p kan sunda pisan, euy! hihi) waktu kunjungan doeloe di tahun 2005 silam, kitaorang boleh sih naek ke atas-atasnya, nah mudah-mudahan untuk kali ini dibolehin lagi yah... plis, plis, plis *tersenyum* acik, acik, acik.

Baik, selama di Bandung, kitaorang akan ditemenin oleh Pak Her Suganda. Beliau adalah penulis buku yang berjudul: "Jendela Bandung". Ini buku sungguh menarik, karena menceritakan riwayat Bandung dari doeloe hingga sekarang, yah sampai fenomena Factory Outlet yang bikin Bandung jadi penuh sesak! dan katanya gelombang eksodus warga Jakarta berdoejoen-doejoen menyerbu Bandung terjadi
mula-mula pada tahun 1997, tatkala Indonesia dilanda krismon, banyak orang yg mencari barang kualitas bagus dengan harga miring (ach, gue yakin lu semua ngalamin juga dah :)

Sasoedanja poewas (pake w, biar kedengeran puwas banget), malemnya kita mengaso sembari liet pertunjukan angklung yang dibawakan oleh bocah-bocah cilik, dan udah gitu kitapun bisa ikutan jg lho, yah maenin angklungnya beramai-ramai, kapan lagi tuh maen angklung bareng secara massal !

Abis itu kita berger lagi ke Hotel Mutiara di Jl. Kebon Kawung, berbintang tiga. Ini hotel letaknya di deket Stasiun Spoor Bandung, tetapi troesa chawatier, kerna kitaorang tiada denger kegadoehan jang timboel kerna spoor atawa trein liwat.

Nah mumpung masih ngomongin kereta api, mungkin bisa disimak sebuah percakapan di tahun 1926 tentang obrolan wong londo sama inlander yang sungguh bikin hati tersenyum simpul, seperti pertanyaan si bule, begini bunyinya:

Here coolie, take my luggage, diterjemahkan ke Bahasa Melayu menjadi: Sini coolie angkat barang (dduh!)

trus ada lagi, pas mau check in di hotel, si londo bertanya: Where is the manager? eh malah terjemahannya: Mana toean? (dduh gak nyambung gitu sih!),

dan ada atu lagi nih: Boy, take my luggage to no.50, five pieces. diterjemahin menjadi: Djonges (atau djongos), angkat barang di kamar 50, ada lima potong. Oh iya djongos itu berasal dari kata jongen yah, atau young boy, kalo perempuan disebutnya: Baboe (halaaah, kacau nih Belanda!).

ada satu lagi nih, kalo minta morning call, maka si londo akan berkata: Wake me up tomorrow at 6 o'clock, yang di buku itu diterjemahin menjadi: Kassi bangoen bessok pagi poekoel anam betoel (duh kenapa pake betul?)

(Terima kasih kepada Toean Sjouke Rijper jang soeda kassie saia ini boekoe boelan
Februari silam, itu buku berjudul "Come to Java" sebuah buku panduan keliling Jawa di tahun 1920an, kalo sekarang mungkin semacam buku "Lonely Planet" kalii yeee, pokoknya nih buku bagus betul dan informatif euy!)

Esoknya (Minggu, 27 April), kitaorang jam 8 pagi berger, keliling Bandoeng Tempo Doeloe bersama Pak Her Suganda, sampe jam 12, makan siang, lantas keliling Museum Konferensi Asia Afrika, nontonin film Bandoeng di awal abad ke-20, Hotel Savoy Homann -deket gedung museum-masih kayak rumah biasa, juga nantinya kitaorang bersama-sama pakein ini kaos bergambar hotel ini karya Peter Van Dongen !!!

(liet deh contohnya di lampiran email di bawah ini).

Kelilingin Museum Konferensi Asia Afrika, menyimak perjuangan diplomatik bangsa Indonesia. Itupun terjadi (perundingan diplomatik) sebelum kedaulatan Republik Indonesia diakui pada tanggal 27 Desember 1949.

Ach, mungkinkah nantinya kita akan bikin serangkaian plesiran tentang perundingan, yang dimulai dari Runtuhnya Hindia-Belanda di Lapangan Udara Kalidjati pada tahun 1942, lalu peristiwa diculiknya Bung Karno & Bung Hatta ke sebuah rumah di Rengasdengklok (eh ini bukannya perundingan yah, tapi penculikan), kemudian perjanjian-perjanjian diplomatik antara Republik Indonesia dan Kerajaan Belanda, Perundingan Renville, Roem-Royen, lantas Linggardjati di
tahun 1946, hingga Konferensi Meja Bundar di Den Haag (wah nanti kita PTD ke Belanda, cciiiihhuuyy.. siapa hendak turut? hayyooo angkat tangan!)

Abis itu giliran Pak Djoko Marihandono presentasi pas di achir plesiran di Bandung, Pak Djoko adalah seorang yang meriset tentang Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels. Pak Djoko akan menjelaskan tentang siapa Daendels, kenapa ia dikirim ke Jawa, apakah Daendels orang yang kejam, apa hubungannya dengan Napoleon, Perang Eropa, Inggris, jajahan Perancis. Dan bisa dibilang Daendels ini: "Belanda
bukan, Perancis juga bukan" :(

trus kisah yang paling fenomenal dari Daendels ini adalah: Jalan Raya Pos (atau De Groote Postweg). Pak Djoko akan menceritakan versi lain dari yang lain, yang selama ini beredar, jika kita selama ini mengetahui kisah sepak terjang Daendels kayak begini-begitu, di tangan Pak Djoko kisah Daendels adalah begono-begicu (dduh apa sih maksud gue?), pokoknya sangat berbeda deh, yang selama ini kita ketahui Jalan Raya Pos adalah dimulai dari Anyer (Banten), dan berakhir di Panarukan (Jawa Timur),

hhhm jadi mulai dari mana nih yang Jalan Raya Pos versi Pak Djoko?
udah gitu yah, yang katanya pengerjaannya dengan sistem kerja paksa, kata Pak Djoko itu sebenarnya bukan kerja paksa atau kerja rodi, melainkan DIBAYAR! berupa garam dan beras... ach sungguh cerita baru bagi kitaorang, udah gitu Pak Djoko juga akan menjelaskan tentang Cadas Pangeran (yang ada monumennya sekarang, kalo kita mau ke Sumedang, yang ada patung Pangeran Kornel bersalaman dengan Daendels ini, pake tangan kiri, jek! gile gak gitu? udah gitu tangan kanan si pangeran megang keris, choy!)

wah ntar dengerin aja deh kisahnya langsung dari mulut Pak Djoko, apakah semua itu benar atau hanyalah khayalan belaka, nah lebih baek toean-njonja ikutan pitidi (PTD = Plesiran Tempo Doeloe) ini deh, okeh jek?

So, toenggoe apalagi ?!! Lekas, Sigra daftarken diri toean dan njonjah sekalian sekarang djoega ke email: adep@cbn.net.id atawa hoeboengi telefoon-tangan di nummer: 0818 94 96 82 (nomer urut peserta akan diberikan setelah mendaftar, sehingga nantinya transfer uang sesuai dengan nomer urut) dapat ditransfer setelah mendaftar, doeit bisa ditransfer ke

Bank BCA: 2371425693 BCA cab Pondok Indah
atas nama ADE HARDIKA PURNAMA
toeloeng dikonfirmasikan via email atawa sms ke
0818 94 96 82 atau difax ke (021) 7696273

sesudahnya transfer berhasil dilakukan. (doeit jang soeda ditransfer tida dapet dikembalikan, tetapi bisa dioper kepada orang laen/teman) tjara membajarnja/transfer, misalnja: Mas Boy ada di nomer urut 18, maka Mas Boy transfernja = Rp.750.018 (kalo di mesin ATM ketiknya Rp.750018 <<<<< angka 18 di belakang mengacu ke no.urut) djadi ntar bajarnja boekan Rp.750.000 sadja, tetapi ditambah Rp.18 sebagi nomer urut. okeh bener yah kayak gitu, trims. oh iya kalo soeda mentransfer dan soeda pake no.urut, kabari yaaaw!

Memoedjiken dengen hormat,
Ade Purnama (Adep)
SAHABAT MUSEUM
adep@cbn.net.id
0818 94 96 82

Saptoe 26 April 2008
06:00 – 07:00 Kumpul di Parkir Timur Senayan
07:00 – 10:00 Berangkat ke Bandung, Euy!
10:00 – 11:00 Keliling Museum Geologi
11:00 – 12:00 Cerita ttg Bandung Purba
(oleh Pak Budi Brahmantyo, dosen ITB)
12:00 - 13:00 Makan Siang di Bandung
13:00 – 14:30 Berangkat ke Observatorium Bosscha
(ditemenin oleh Pak Her Suganda seharian penuh)
14:30 – 15:00 Jalan Kaki ke atas dari bawah
15:00 – 16:00 Keliling Observatorium Bosscha
16:00 – 16:30 Jalan Kaki ke bawah dari atas
16:30 – 17:00 Berangkat ke Villa Isola
17:00 – 18:00 Keliling Villa Isola
18:00 – 19:00 Berangkat ke Hotel Mutiara
19:00 – 19:30 Istirahat di Hotel Mutiara
19:30 – 20:00 Berangkat ke Saung Angklung Mang Udjo
20:00 - 20:30 Makan Malam di Saung Angklung Mang Udjo
20:30 – 22:00 Show Performance dan Maen Angklung, bok!
22:00 – 22:30 Kembali ke Hotel Mutiara
22:30 – 23:00 Siap-siap Pintong Bandung
23:00 – 24:00 Pintong Keliling Bandung
Minggoe 27 April 2008
06:00 – 08:00 Sarapan di Hotel Mutiara
08:00 – 11:00 Keliling Bandoeng Tempo Doeloe
(ditemenin oleh Pak Her Suganda seharian penuh)
11:00 – 12:00 Berangkat Makan Siang di Bandung
12:00 - 13:00 Makan Siang di Bandung
13:00 - 14:00 Keliling Museum Konferensi Asia Afrika
14:00 – 15:00 Cerita ttg Jalan Raya Pos (De Groote Postweg)
(oleh Pak Djoko Marihandono, Dosen Sastra Perancis UI)
15:00 – 16:00 Berangkat ke pusat kota, oleh-oleh!
16:00 – 17:00 Belanja oleh-oleh khas Bandung, Euy!
17:00 – 20:00 Berangkat ke Jakarta, dan good bye!

more

Menguak sejarah kota di kegelapan, menelusuri jejak tersembunyi di dalam gedung tua!

Sabtu, 26 April 2008. Pukul 19.00-24.00 wib.
Kumpul di Museum Bank Mandiri Jl. Lapangan Stasiun No.1 Jakarta Barat 11110 (Depan Stasiun Bus Transjakarta Kota)

NARA SUMBER Asep Kambali (Sejarawan)

ROUTE Museum Bank Mandiri, Museum Bank Indonesia, Chartered Bank, Toko Merah, Jembatan Kota Intan, Cafe Galangan*, Gudang Kayu VOC, Museum Bahari, Pelabuhan Sunda Kalapa, Menara Syahbandar, Jalan Tongkol, Cipta Niaga, Dasaad Musin Concern*, Taman Fatahillah, PT Pos Indonesia, Museum Sejarah Jakarta, Escompto Bank, Musuem Bank Mandiri.

HTM Rp.75.000.-
Peserta Umum, Min.30 org, Max. 100 org

INCLUDE Souvenir Pin Unik, Snack, Air Mineral, Makam Malam, Tour Guide,Tiket Masuk, Hands out.

PEMBAYARAN Silahkan transfer ke: Acc. 697-0109-160.
an. ASEP KAMBALI, BCA Cab. Kartini Jakarta Pusat
Pendaftaran dan Pembayaran TUTUP 24 April 2008, pkl. 21.00 wib. Bukti Transfer dibawa pada hari H untuk Registrasi Ulang. Siapa cepat bayar, dialah fix sbg peserta.

CARA PEMBAYARAN Silahkan telpon terlebih dahulu untuk mendapatkan no. urut
pembayaran, kemudian transfer ke no rekening di bawah, dengan
menambahkan no. urut di belakangnya. kemudian telpon kembali/sms untuk konfirmasi bahwa anda sudah transfer. Contoh: JP. Coen sudah telpon dan mendapatkan no urut pembayaran 9. Maka, yang harus dilakukan JP.Coen adalah mentransfer uang sejumlah Rp. 75.009 ke rekening di atas.
Angka sembilan adalah no urut pendaftaran JP. Coen.

TIPS PERJALANAN Karena acara 100% Walking Tour; Maka dipersilahkan untuk membawa obat-obatan/ cemilan/minuman pribadi secukupnya. Disarankan membawa kamera, handycam, recorder, dan handuk kecil. Karena malam, mohon bawa senter kecil pribadi. Gunakan pakaian casual, sandal/ sepatu kets.
Tidak diperkenankan untuk anak di bawah umur 15 tahun. Mohon
berprilaku yang sopan dan tidak sombong. Save the Heritage!

INFORMASI & PENDAFTARAN
KOMUNITAS HISTORIA INDONESIA
Komunitas Peduli Sejarah dan Budaya Indonesia
Tati: 0819.3269.0456; Udjo: 0818.0807.3636 (No SMS, Please!)

more

25-27 April 2008

Tour Jepara, Rembang, Kudus dll/Semarang

Yayasan Warna Warni Indonesia, mempunyai misi memberdayakan sejarah dan budaya untuk Indonesian Nation Character Building.

Dalam rangka Hari Kartini, Tahun Kunjungan Wisata 2008, dan 100 tahun Kebangkitan Nasional Indonesia kami akan mengadakan kegiatan wisata sejarah dan budaya dengan tema : THE CITIES OF KARTINI'S PASSION.

Dalam kegiatan itu kami akan mengunjungi tempat tempat yang diceritakan Kartini dalam suratnya kepada Abendanon (1902-1905) antara lain Kampung ukir di belakang gunung dekat rumah Kartini Kabupaten Jepara, Klenteng di Kampung Welahan yang menginspirasi Kartini menjadi seorang Vegetarian dan mengaku sebagai "penganut"
Budha.

Kunjungan kami ke daerah-daerah tersebut selain bertujuan menggugah masyarakat untuk mencintai budaya dan sejarah bangsa, juga bertujuan untuk "berbagi" antara ibu ibu di daerah dan ibu ibu dari Jakarta. Harapan kami kegiatan-kegiatan ini akan membangkitkan rasa percaya diri daerah akan sejarah lokal dan potensi yang dihasilkannya, seperti misalnya : kerajinan, (batik Laseman Rembang , kain tenun Troso Jepara, ukiran dan tentu saja kulinernya).

Sebagai bagian dari misi untuk memberdayakan sejarah Kartini, kami juga akan menyumbang buku-buku Kartini untuk koleksi Museum Kartini maupun di sekolah sekolah di Jepara dan Rembang.

25 April 2008 - Jepara
07.00 Rombongan berangkat menuju Semarang dengan pesawat Mandala Airlines
08.00 Tiba di Bandara Semarang. Rombongan langsung menuju Jepara melalui Demak. (Luggage akan diurus oleh pihak hotel)
09.00 Rombongan tiba di Demak, mampir di Masjid Demak untuk foto bersama dan keperluan toilet. bagi yang ingin sholat sunah dipersilakan.
09.30 Berangkat menuju Jepara
10.30 Tiba di Pendopo Kabupaten Jepara, menyaksikan atraksi kesenian daerah, anjangsana di "rumah" Kartini dan Museum Kartini sambil menikmati bazar PKK Jepara. Rombongan diharapkan belanja
13.00 Kedaung Elegant Lunch di Pendopo Kabupaten Jepara diselingi dengan fashion show, door prizes.
Baju fashion show berupa tenun Troso Jepara di design dari Yani Colection Jakarta dan dihadiahkan seluruhnya untuk Ibu Ibu PKK Jepara
15.00 Tour naik becak/dokar/ke Kampung Ukir yang terletak di belakang gunung.
(Kartini serius menceritakan dan membanggakan tentang para seniman ukir sejati dari kampung ini. Sayang Kampung yang unik dimana seluruh pinggir jalannya berupa workshop dan toko ukiran jarang di expose sebagai potensi daerah wisata Jepara)
16.00 Rombongan kembali ke Semarang dan mampir di Klenteng Welahan (Suatu Klenteng yang disebut Kartini dalam suratnya kepada Abendanon dan menginspirasinya menjadi seorang vegetarian dan mengaku anak Budha)
19.30 Tiba di Semarang dan Makan Malam di restoran " Pesta Keboen "(Suasana restoran yang dekorasinya terdiri dari foto foto kuno semarang)
21.00 Kembali ke hotel Ciputra, istirahat.

26 April 2008 - Rembang
Dress code: Batik (kalau ada Batik Lasem)
07.00 Makan pagi di Hotel Ciputra
08.00 Berangkat menuju Rembang
11.00 Tiba di pendopo Kabupaten Rembang, menyaksikan atraksi kesenian daerah, anjangsana di rumah Kartini sambil menikmati bazar PKK Rembang "Batik Lasem Temptation "
12.00 Kedaung Elegant Lunch di Pendopo Kabupaten Rembang diselingi dengan fashion show, door prizes (Baju fashion show berupa batik Lasem di design dari
Yani Colection Jakarta dan dihadiahkan seluruhnya untuk Ibu Ibu PKK Rembang)
14.00 Ziarah ke Makam Kartini dan dilanjutkan ke Kudus

Kudus
16.30 Rombongan tiba di Kudus dan mampir di Masjid Kudus yang sangat unik untuk foto bersama dan keperluan toilet. bagi yang ingin sholat dipersilakan
17.00 Sight seeing kota Kudus
18.00 Menikmati bazar PKK Kudus dilanjutkan Kedaung Elegant
Dinner di Pendopo Kabupaten Kudus diselingi dengan fashion show, door prizes dan kesenian daerah Kudus (Baju fashion show berupa Batik Kudus di design dari
Yani Colection Jakarta dan dihadiahkan seluruhnya untuk Ibu Ibu PKK Kudus)
19.00 Kembali ke hotel Ciputra istirahat

27 April 2008 - Semarang-losari
08.00 Makan Pagi di Hotel Ciputra
09.00 Semarang City Tour, mengunjungi Museum Jamu Nyonya Meneer
13.00 Cozy Lunch di "Losari Coffee Plantation", menikmati keroncong kampung Losari dan fashion show dari Danar Hadi, serta door prizes
15.00 Rombongan kembali ke Semarang dan mampir di toko oleh-oleh khas Semarang
17.00 Menuju bandara dan makan malam di bandara ( menu Nasi Gandul yang unik dan Tahu Pong Semarang)

Acara ini didukung oleh :
Hotel Ciputra Semarang, Mandala Airlines, PT. Kedaung, Delta FM
Biaya : Rp.3.500.000,- (tiga juta lima ratus ribu rupiah), sudah termasuk :
Tiket PP Jakarta – Semarang – Jakarta dgn Mandala Airlines dan airport tax
Akomodasi 3 hari 2 malam di Hotel Ciputra Semarang
Transportasi selama tour dengan bis rombongan (max. rombongan 100 org)
Makan pagi di hotel
Makan siang dan malam di tempat2 berbeda sesuai jadwal kunjungan
Goody bag dari Sponsor (Kedaung, Delta FM)

Pendaftaran Hub. Ida Arimurti/ Norma Radio Delta tilp.021- 72784033
Hari kerja jam 8.30 sampai jam 5 sore.
Email arimurti@cbn.net.id
Secepatnya karena tempat terbatas.

more

Sabtu, 5 April 2008 | 18.30 - 22.30

Night Time Journey at Museum (Factorij Batavia in 1930's)
Museum Bank Mandiri
Jl. Lapangan Stasiun No. 1
Jakarta-Kota)

Rp.75.000,- (Tujuh Puluh Lima Ribu Rupiah)
Fasilitas : Welcome drink, Makan Malam with Candle Light, Rekontruksi Kasir China, Keliling gedung NHM Batavia, Pin peserta, Nonton film layar tantjep, Live Musis Brass Band dan Doorprize

Informasi & Pendaftaran
+62817 9940 173
+6221 99700 131
+6221 690 2000 (ext 107)
Email : kartum_boy@yahoo.com
Milist :jelajahbudaya@yahoogroups.com
blogger.jelajahbudaya.blogspot.com
Peserta maksimal 100 orang

Saat sejarah bertutur dan bercerita, mengenai riwayat perbankan tempo doeloe di Batavia. Sambil menelusuri lorong-lorong gedung Museum Bank Mandiri nan megah, ditimpali derit pintu brankas dan bayangan masa lalu, ketika gedung ini masih bernama Factorij NHM (Nederlandsche Handel Maatschappij) Batavia. Wawasan pun bertambah sungguh suatu pengalaman yang tak terlupakan...

more

Kamis-Jumat-Sabtu-Minggu tgl 20-21-22-23 Maret

Plesiran Tempo Doeloe:
Di Tengah Jawa Semarang-Ambarawa-Magelang-Borobudur-Sangiran-Solo-Jogjakarta dan kembali ke Jakarta

Perdjalanan kitaorang kassie start dari Station Semarang Tawang,
kamoedian makan siang di saboeah restaurant djadoel sedari tahon 1951 jang ada bekend: Tan Goei,lantas kitaorang ke Kota Lama Semarang, Geredja Blenduk, Gedong Lawang Sewu, diachiri dengen berkoendjoeng ke Kelenteng Toea Sam Poo Kong nan tersohor itoe.

Makan malem aken kitaorang tjoeba di restaurant Nglaras Rasa jang  djoega soenggoe bekend di seantero kota Semarang di masa silam. Esoknja kitaorang mampirin Museum Kereta Api Ambarawa, dan tentoe naekin itoe loko djadoel nan hitam dan besar, jang goenaken kajoe djati sebagi makanannja agar tiada ngos-ngosan dalem mengangkoet kitaorang jang kadang berat badannja lebi berat deripada berat beban idoepnja, halah!

Makan siang aken dilaksanaken di station tempo doeloe ini dengen  menu khas wong jowo tetapi bikin peroet monjong dan ni'mat tiada tara hingga achirnja bikin kitaorang mendjadi semangkin bersemangat oentoek landjoetken perdjalanan ke kota Magelang jang pernah-nja ada saboeah tjandi besar peninggalan taun jebot, jang bernama:  Boroboedoer, duuuh susah banget sih nulisnya kalo di bahasa jadul ini, eh iya entar kita nonton film dokumenter tentang perjalanan orang Belanda ke daerah di sekitar sini deh, niscaya lu orang akan pusing bacain petunjuk jalannya, karena pake ejaan wong londo jang bikin poejeng toedjoe koeliling.

Ach, deripada poejeng mikirin petoendjoek djalan itoe, bagimana kaloe-kaloe kitaorang kassie bezoek itoe tjandi Boroboedoer di pagi hari, tepatnya subuh, jam 04.30 !!! menanti sunrise yg akan muncul secara perlahan, sembari mengagumi keindahan alam Indonesia yang keren bgt!! jarang-jarang orang berkunjung ke Candi Borobudur ini di pagi buta dalam suasana nan hening.

Klaar poeterin Candi Boroboedoer di pagi hari, dengen moeka jang misih tersenjoem simpoel, kitaorang landjoetken dengen mamam pagi di Hotel Sriti (d/h Hotel City). Ini hotel memang hotel lama (tahun 1982 katanya), namun ini hotel sekarang udah berubah total jadi hotel yang bergaya minimalis-modern, suwer dah, lu akan seneng tinggal di nih hotel, bahkan.. group band Samsons pernah nginep disini! (hahaha lucu deh kalo liet hotel atau restoran yang suka memajang foto-foto artis, seolah-olah akan menjadi bahan perbincangan, eh si itu kan nginep disini, si itu juga pernah :) tapi beneran jek, hotelnya bikin betah deh!

Abis sarapan, perjalanan dilanjutkan ke Sangiran, tempat fosil tua yang bisa dilihat-lihat, dan setelah itu perjalanan dilanjutkan ke Solo, ah tentang kota ini paling kita berkunjung tempat yang standard orang datangi ketika plesir ke Solo, yaitu keraton, kampung batik, museum, dan laen sebagainya, ntar deh ttg detailnya ditanyain aja ke: adep@cbn.net.id karena sekarang blom disurvey, ini aja masih di Jogja, bentar lagi baru mau jalan ke Solo, pokoknya jangan ragu untuk bertanya kemana-mananya selama di Solo, nanti pokoknya emailnya dibales deh :) dan juga yang koeliling Jogjakarta, entar dikabari lagi yah, yang pasti sih ke Museum Ulen Sentalu yang di Ungaran, lalu Taman Sari, lalu ntar dikabari lg.

So, toenggoe apalagi ?!! Lekas, Sigra daftarken diri toean dan njonjah sekalian sekarang djoega ke email: adep@cbn.net. id atawa hoeboengi telefoon-tangan di nummer: 0818 94 96 82 (no. urut peserta akan diberikan setelah mendaftar, sehingga nantinya transfer uang sesuai dengan nomer urut) dapat ditransfer setelah mendaftar, doeit bisa ditransfer ke Bank BCA: 2371425693 BCA cab Pondok Indah atas nama ADE HARDIKA PURNAMA toeloeng dikonfirmasikan via email atawa sms ke 0818 94 96 82 atau difax ke (021) 7696273 sesudahnya transfer berhasil dilakukan. (doeit jang soeda ditransfer tida dapet dikembalikan, tetapi bisa dioper kepada orang laen/teman, nah yuk yak yuk pada ikutan yuk..)

tjara membajarnja/transfer, misalnja: Onky Alexander ada di nomer urut 18, maka Mas Boy (ckckckck masih aja deh Mas Boy) tuh transfernja = Rp.1.000.018 (kalo di mesin ATM ketiknya Rp.1000018 <<<<< angka 18 di belakang mengacu ke no.urut) djadi bajarnja boekan Rp.1.000.000 sadja, tetapi ditambah Rp.18 sebagi nomer urut.

tapi kalo mau transfer langsung Rp.2.700.000, cakep banget dah,
makasih yah, yah.
Memoedjiken dengen hormat,
Ade Purnama (Adep)
SAHABAT MUSEUM
adep@cbn.net. id
0818 94 96 82

more

Plesiran Tempo Doeloe: And Justice For All
Minggoe tanggal 16 boelan Maart tahon 2008
07:30 – 08:00 Pendaftaran Ulang di depan museum
08:00 – 09:00 Keliling Museum Seni Rupa Dan Keramik
09:00 – 11:30 Bikin keramik sendiri di dalam museum
11:30 - 12:00 Snacks ringan dan silahkan pulang :)

Dalem ini boelan kitaorang aken koelilingin satoe gedong jang doeloenja tempat dimana keadilan kerap dipoetoesken. Banjak jang bilang bahoea di djeman doeloe, rasa keadilan poen sama saperti sekarang, jang koeat bole menang, sedangken orang jang lemah aken menerima straf (hoekoeman) jang tiada adil bagi idoepnja, kerna kakoeasaan oeang jang bisa atoer samoea itoe.

Maka deri itoe SAHABAT MUSEUM aken tjeritaken sadikit riwajat sedjarah jang kabetoelan pernah ada terjadi di depan gedong pengadilan ini dalem atjara:

PLESIRAN TEMPO DOELOE: And Justice For All
minggoe pagi tanggal 16 boelan Maart tahoen 2008 dari pagi ampe siang jam 11-12

Di bawah ini tjontoh atas rasa adil jang tiada sebanding, dimoeat di courant djadoel bertadjoek: Pembrita Betawi, terbit Djoemahat 27 Januari 1888 jang membritakennja:

Kemaren, orang-orang jang mendjoealan di lapang depan gedong Bitjara, telah di oesir oleh perentahnja kandjeng toean assistent-resident, tetapi jang dioesir boekannja semoeanja, melaenken separo sadja dari marika itoe, ia itoe toekang toekang djoealan jang baroe berdagang disitoe, marika itoe jang terseboet ialah 2 toekang kopi tjina, 1 toekang ogio, 1 toekang tembako dan 2 toekang roedjak, dan jang tiada di oesir ia itoe 1 toekang kopi orang slam, 1 toekang ogio orang slam, 2 toekang tembako orang Tjina, 1 toekang pangsit orang Tjina, 1 toekang sotoh dan 1 toekang satee orang slam, djoemlah ada 7 toekang dagangan, sebab marika itoe soeda dibri idzin oleh kandjeng toewan assistent-resident Von Czernicki.

catatan:

Gedong Bitjara = Museum Fatahillah.
slam = islam (kadang ditulis: selam).

Misih ada banjak lagi perkara jang tida ketjil jang ada kedjadian pada masa silam, teroetama boeat orang Tjina, dimana tatkala marika kaloe-kaloe hadepi casus perdata aken disidang di pengadilan wong londo, namoen kaloe-kaloe casus-nja adalah pidana, disidang di pengadilan orang inlander.

Ach mendingan kitaorang kassie koendjoengan sadja ke gedongnja langsoeng, jang dibikin pada tahon 1870, moela-moela dipake boeat Raad Van Justitie, djoega diseboet:Dewan Pengadilan, kamoedian koetika Tentera Nippon jang masoep sedari boelan Maart 1942, ini gedong berobah functienja mendjadi asrama militair, sempet djoega djadi Kantoor Walikota Jakarta Barat, laloe hingga achirnja diresmiken sebagi Gedong Balai Seni Rupa pada tahon 1976

Daritadi, bitjara tentang perkara meloeloe, sekarang tempohnja boeat tjeritaken isihnja ini gedong.

Kitaorang nantinja pas atjara berlangsoeng aken koelilingin ini museum, dan aken didjelasken perihal loekisan tentang pra sejarah, lukisan Raden Saleh, lukisan karya pelukis asing, saperti: Antonio Blanco, Arie Smith, Lee Man Fong,

laloe masoep ka roeang: Mooie Indie, ada lukisan Rapat Ikada 19 September, Pengantin Dayak, Pembukaan Pameran karya Hendra Gunawan, yang punya ciri khas di warna mencolok,

lalu ke ruangan Persagi (Persatuan Ahli Gambar Indonesia), ada lukisan karya mantan Gubernur Jakarta: Henk Ngantung,

kamoedian masoep ka roeang: Revolusi Fisik Perang Kemerdekaan, ada lukisan tentang pedagang yang menjual apapun, dilukiskan dengan gambar bapak-bapak bawa meja, lantas ada lukisan berjudul: Turun Ke Kota, rakyat membawa hasil
bumi dibarter dengan kebutuhan pokok. Juga ada yang berjudul: Menghadang Konvoi, yang berkisah rencana Tentara Republik yang akan menyerang Belanda.

Uuuuuh kelar liet-liet lukisan, kini saatnya bikin keramik !!!
boleh mencontoh keramik jaman Majapahit, berbentuk periuk, wajah wanita atau celengan (tau gak sih, celengan berasal dari kata celeng-an, yahtempat menabung uang yang berbentuk celeng, dan tau juga gak asih asal kata tabungan? ini katanya jaman dulu rakyat biasa menyimpan uangnya di dalam tabung, hingga kini kita mengenalnya: tabungan)

Adapun bikin keramik nanti, kitaorang bisa buat macam-macam karya yang sudah disediakan cetakannya..tapi kalo mau buat yang laen, silahkan saja, misal mau bikin asbak, atau putri duyung, skuter, bintang laut, angsa, capung, kodok, daun talas, pot bunga, ayam jantan, singa, mobil-mobilan, rumah-rumahan, burung, muka orang purba, kura-kura, dan bahkan Mickey Mouse!

yuk, yak, yuk, ikutan workshop bikin keramik ini!
So, toenggoe apalagi ?!! Lekas, Sigra daftarken diri toean dan njonjah sekalian sekarang djoega ke email: adep@cbn.net. id atawa hoeboengi telefoon-tangan di nummer: 0818 94 96 82 (no. urut peserta akan diberikan setelah mendaftar, sehingga nantinya transfer uang sesuai dengan nomer urut) dapat ditransfer setelah mendaftar, doeit bisa ditransfer ke Bank BCA: 2371425693 BCA cab Pondok Indah atas nama ADE HARDIKA PURNAMA toeloeng dikonfirmasikan via email atawa
sms ke 0818 94 96 82 setelah transfer berhasil dilakukan. (doeit jang soeda ditransfer tida dapet dikembalikan, tetapi bisa dioper kepada orang laen/teman, nah yuk yak yuk pada ikutan yuk.. mari, mari)

tjara membajarnja/transfer, misalnja: Sandra Dewi ada di nomer urut 18, maka Sandra Dewi tuh transfernja = Rp.30.018 (kalo di mesin ATM ketiknya Rp.30018 << angka 18 di belakang mengacu ke no.urut) djadi bajarnja boekan Rp.30.000 sadja, tetapi ditambah Rp.18 sebagi nomer urut, biar langsung di cek di klikbca

Memoedjiken dengen hormat,
Ade Purnama (Adep)
SAHABAT MUSEUM
adep@cbn.net. id
0818 94 96 82
----------------------------------------------------------

more

cap-go-meh Minggu, 24 Februari 2008 | 08:00 sampai selesai

Komunitas Jelajah Budaya menyelenggarakan Jelajah Kota Toea bertajuk Cap Go Meh in China Town:

Kawasan Glodok atau Pecinan adalah suatu daerah yang ditetapkan oleh pemerintah kolonial Belandasebagai Chineesche Kamp ( China Town ) yang pengaturannya dibawahwewenang para opsir Cina. Berbagai aktivitas dipusatkan di Pecinan mulai darisektor ekonomi dengan konsep Rumah dan Toko (Ruko), tempat ibadah (Klenteng)hingga perayaan pasar malam dan Cap Gomeh. Hingga kini Glodok masih kental akannilai-nilai budaya Tionghoa yang akan terus mengukir sejarahnya.

Yuuk Ikutan JKT sambil lihat perayaan Cap Gomeh di Pancoran-Glodok.

Starting Point :
Museum Bank Mandiri,
Jl. Lapangan Stasiun No. 1
Jakarta-Kota
(Seberang Stasiun Beos/Shelter Busway Kota)

Minggu, 24 Februari 2008
Pukul : 08.00 Wib - Selesai
Biaya : Rp.50.000,- (Lima Puluh Ribu Rupiah)

Sudah Termasuk :
Tour Guide, ID Card,Sinopsis, Welcome Drink, Air Mineral, Snack serta Gado-Gado Direksi yang sudahkesohor seantero Jakarta

Rute :
Museum Bank Mandiri, Pasar Pagi, Asemka, Ruko Lama, Rumah Pasar Gelap, Toko Obat, Gedung THHK, Rumah Souw, Gereja Maria de Fatima, Klenteng-Klenteng

Registrasi & pendaftaran
Komunitas Jelajah Budaya
T: 0817 9940 173 / 021 99700 131
Email : kartum_boy@ yahoo.com
Mailist : jelajahbudaya- subscribe@ yahoogroups. com

Peserta JKT disarankan menggunakan Dress Code warna merah, seperti Kaos & topi Berhubung Musim hujan peserta disarankan membawa payung

more

Gedung-Gajah SAHABAT MUSEUM dengan hati seneng presenteren: PLESIRAN TEMPO DOELOE: VALENTIJN DI GEDUNG DJODO

Koelilingin isi Gedung Gadjah, Gedung Artja, dan.... Gedung Djodo! dimana banjak sekali warga Djakarta jang menemoekan poedja'an hatinja di gedung museum jang beroesia lebi dari 200 tahoen ini, tempat pemoeda-pemoedi di djeman doeloe pegi picknick kerna kemana lagi jah djalan-djalan di Djakarta koetika itoe?!!!

Poela ke Taman Prasasti, jang doeloenja ada meroepaken koeboeran elite orang Walanda, nanti aken ditjeritaken riwajatnja oleh Meneer Lilie Suratminto jang achli batjain batoe-nisan zonder moeloetnja moesti komat-kamit kaga djelas, tetapi aken britahoe kitaorang perihal makna jang tertoelis di tijap-tijap batoe-nisan.

Yah! semoewa jang ada di Museum Prasasti!
kalo kagak pertjaja, datenglah ke programma jang jahoed dan tiada kadoeanja ini, yeaaaah!

Start dari Museum Prasasti/Taman Prasasti (terletak di di Jl. Tanah Abang I no.1 Jakpus), finishnya di Museum Nasional jam 12:00 ya (terletak di Jl. Medan Merdeka Barat no.12)

(Museum Nasional = Museum Gajah)
(Museum Gajah = Museum Arca)
(Museum Arca = Gedung Arca)
(Gedung Arca = Gedung Gajah)
(juga disebut.... Gedung Djodo!)

Minggu, 17 Feb jam 07.30 pagi
Rp.30.000/orang (tiga puluh ribu)
kalo pada mau ngedaftar, hub: adep@cbn.net.id
yuk mari, mari...

Susunan Acara

07:30 – 08.00 Pendaftaran Ulang di pintu kuburan :)
08:00 – 09:15 Koelilingin Kebon Jahe Kober, yeaaah
09:15 – 09:30 Puter Film tentang Museum Gajah 1915
09:30 – 10:00 Jalan Kaki ke Museum Nasional (Gajah)
10:00 - 10:15 Makan Koewe-Koewe Tradisioneel yah
10:15 - 12:00 Koelilingin Museum Nasional (Gajah)
12:00 klaar, kalo ada yang masih muter, monggo..

more

Minggoe tanggal 30 boelan September 2007

15:00 – 15.30 Pendaftaran Ulang di bagian depan
15:30 – 16:45 Koelilingin Museum Bank Indonesia
16:45 – 17.00 Mengenali dan Mendeteksi Uang Palsu
17:00 – 17:30 Tanya Jawab Tentang Kunjungan Museum
17:30 – 17:50 Siap-Siap Buka Puasa di Mesjid Belakang
17:50 – 18:00 Buka Puasa & Sholat Maghrib Berjamaah
18:00 – 18:30 Makan Bersama di samping Tembok Kota
18:30 – 19:00 Siap-Siap Pulang dan sampe ketemu lagi

Ngabuburit di Kota Tua sambil plesir ke gedong museum yang canggih?
Waarom Niet? (Mengapa Tidak?). Kitaorang kepengen koelilingin satoe museum jang okee poenja di bilangan Batavia Lama, iatoelah saboeah museum tentang doeit, jang bisa bikin toean dan njonja poenja mata mendjadi idjo :) Yuk, yuk, ikutan plesir sambil menanti buka puasa:

PLESIRAN TEMPO DOELOE:
De Javasche Bank
hari Minggoe tanggal tiga poeloeh boelan
September tahoen 2007 djam 15.30 yah

De Javasche Bank, yang kini sudah berubah menjadi Bank Indonesia, memiliki kisah perjalanan yang panjang. Gedung museum yang sekarang bercokol di Jakarta Kota pun, telah berubah fungsi menjadi Museum Bank Indonesia. Mari kenali riwayatnya.

Pada djeman dahoeloe kala, di locatie ini gedong dimangpa'atken sebagi ziekenhuis (ziek = sakit, huis = rumah; makanya sekarang kita mengenal istilah: Rumah Sakit), dengen seboetan jang bekend pada itoe tempo: Binnen Hospitaal. Ini gedong kali pertama digoenaken oleh De Javasche Bank pada tanggal 8 April 1828. Kamodian pada tahon 1910 sasoedahnja menempati gedong toea bekas ziekenhuis, lantas De Javasche Bank bikin rentjana pembangoenan jang dikerdjakennja oleh Bereau Architect "Ed. Cuypers & Hulswit" sebanjak lima tahap, ia itoe: 1910, 1922 en 1924, 1933, jang paling achir 1935, hingga gedongnja nampak tjiamik sekarang.

Yah ! gedong ini sekarang menjadi Museum Bank Indonesia. sebuah museum yang modern, canggih dan nyenengin. Gimana enggak? baru masuk di bagian depan aja udah kerasa atmosfir jadulnya, blom lagi pas belok kanan, dengan penjelasan yang okeh punya, lagi bisa dibaca tulisannya dengan sangat jelas, udah gitu pas masuk ke arah Ruang Teater, kita bisa menangkap uang logam yang melayang di tembok (dduh gimana bisa sih? nah mendingan lu buktiin aja dah!), begitu uang logamnya ketangkep, maka dia akan memberikan penjelasan (nah makin bingung deh cerita gue ini!), pokoknya nih museum keren dah, beneran kayak di luar negeri! hehehe.. udah gitu abis nonton pelem tentang sejarah gedung ini, kita bisa melihat banyak sekali koleksi di museum ini, termasuk Peta Kepulauan Nusantara di djaman doeloe tatkala para pelaut asing masih mengira-ngira gimana bentuk pulaunya, yah gituu deh peta tahun jebot yang masih amburadul gambarnya, tapi keren euy, sumpah!

Jalan sedikit agak ke dalem, kita masuk ke Ruang Numismatik.
Memahami sekaligus mengenal uang-uang yang beredar di Nusantara selama ini, dari jaman kerajaaan, VOC, Hindia-Belanda, pendudukan Jepang 1942-1945, hingga jaman kemerdekaan. Udah gitu yang lebih menarik lagi, kitaorang bisa bisa masuk ke ruangan yang lebih keren lagi, menyaksikan uang-uang dari kerajaan yang berkuasa di Nusantara pada jaman dahulu kala, seperti:

Uang Ma (atau disebut juga Masa) dari beberapa kerajaan seperti: Mataram, Majapahit, Kediri, Samudera Pasai. Uang ini terbuat dari emas atau perak (wwwuuiih asik banget nih kalo punya uang ini di celengan kita. Hah? Celengan? udah pada tau kan celengan tuh adalah tempat menabung berbentuk celeng, trus kalo menabung? yah.. berasal dari kata Tabung. doeloe orang-orang menyimpang duitnya di tabung bambu, mungkin sebelom jaman orang menyimpan duit di bawah bantal :)

Juga ada Uang Gobog dari Kerajaan Majapahit yang berfungsi sebagai Jimat, dan yg dari Kerajaan Banten yang uangnya berfungsi sebagai Jimat Cinta, duhaaaiiii....

Trus, trus, trus, ada lagi nih uang yang disebut: Uang Kampua, yang berwujud kain tenun, yang dijahit oleh putri-putri Kerajaan Buton pada sekitar abad ke-14. Kain tenun ini setiap tahunnya dibuat dengan motif berbeda, hal ini dilakukan untuk menghindari pemalsuan (duh, jaman dulu aja udah ada pemalsuan) Penggunaaan uang yang berwujud kain tenun ini ada di pada saat perintahan Ratu Bulawambona.
Buton sekarang masuk ke dalam Provinsi Sulawesi Tenggara, eh iya ntar kita juga mau plesiran kesini lho, suwer dah, yah kira-kira 2009 kali ye, karena tahun 2008 nanti kita mau plesiran menelusuri Jalan Raya Pos (De Groote Postweg), Jalan Raya Daendels, yang di tahun 2008 nanti genap berusia 200 tahun (1808 - 2008), berkendara dengan bus AC dari Anjer hingga Panaroekan, dan nginap di Anjer, Bandoeng, Cheribon, Pekalongan, Semarang, Soerabaia dan Panaroekan. tanggalnya = 15-22 Maret 2008 (Sabtu ke Sabtu), kan tanggal 20 Maret hari Kamis libur dan 21 Maret hari Jumatnya juga, jadinya cutinya kan cuma 3 kerja aja deh, udah gitu tanggal 17-18-19-20 Mei 2008 ke Manado - Gorontalo, kan ada libur pada hari Selasa 20 Mei, kan Senen-nya Harpitnas!

Kemudian ada uang yang bisa melengkung sendiri bila diletakkan di telapak tangan, karena uang ini mengandung fosfor, yang kalo kena suhu panas tubuh, maka uangnya akan melengkung sendiri.

Ada lagi uang jaman perkebunan. Pada suatu ketika, setiap perkebunan mempunyai otoritas untuk memproduksi dan mengedarkan uang sendiri, dan sayangnya hanya beredar di wilayah mereka sendiri (waaah gak bisa dipake untuk liburan ke Bali dong!) uangnya bentuknya lucu, ada yang segi tiga, ada yang terbuat dari bahan bambu, tapi kebanyakan terbuat dari logam.

Lalu kalo mau merasakan denyut perdagangan rempah-rempah di Nusantara djaman doeloe, Museum BI ini masih ada lho koleksi aselinya, uang yang digunakan oleh orang-orang sejak Portugis datang. Oh ya jaman di masa awal-awalnya orang Portugis datang, uang yang dipakai adalah Real Spanyol, lantas pada jaman Belanda berkuasa, digantiin dengan Rijksdaalder. Nah dari nama mata uang Rijksdaalder, kita mengenal istilah: Dollar, karena ketikajaman itu, orang menyebutnya: daalder, daaldet, makanya orang Amerika akhirnya menyebutnya dollar. Ingat, Amerika doeloe (terutama Pantai Timur-nya) masih menjadi koloni Belanda, dan ingat doeloe ada perjanjian antara Belanda dan Inggris di tahun 1667, ditandai dengan perjanjian Breda yang menyatakan bahwa Belanda membarter Pulai Run di Banda Neira dengan Pulau Nieuw Amsterdam (Manhattan) yang sekarang ada di New York sana! Makanya pada ikutan dooong plesiran ke Banda Neira 16-22 November 2007 nanti (wwuuiih satu setengah bulan lagi nih, yang daftar udah 60 kok, ntar email ke saya aja yah)

Pada masa pemerintahan Inggris (1811-1816), uang yang berlaku adalah: Picis Jawa (kalo hari ini mengenal "roman picisan," itu karena doeloe banyak dijual karya tulis roman (novel) yang seharga satu picis, sepicis).

Ada lagi uang "Kebijakan Gunting Syafruddin".
Ini terjadi pada jamannya PDRI (Pemerintah Darurat Republik Indonesia), pada masa kekosongan di republik ini karena Bung Karno dan Bung Hatta diasingkan ke Jogjakarta. Pada tahun-tahun ini, uang yang beredar banyak sekali, ada uang NICA (Netherland Indies Civil Administration), uang ORI (Oeang Republik Indonesia), uang ORIDA (Oeang Republik Indonesia Daerah), karena pada jaman itu sulitnya distribusi uang ke daerah-daerah, maka daerahpun diperbolehkan untuk mencetak dan mengedarkan uang sendiri, walaupun untuk wilayah terbatas. Trus masih ada lagi Uang Pemerintahan Dai Nippon.
Nah pada masa ini, terjadi inflasi yang sangat tinggi, maka diambillah kebijakan untuk menggunting uang yang bernilai 5 gulden ke atas oleh Syafruddin Prawiranegara. Cerita yang lebih kumplitnya disampaikan oleh Team Pemandu Museum Bank Indonesia yah, wah bakalan seru deh dengerinnya sambil menanti saatnya berbuka puasa, udah gitu nanti juga akan ada penjelasan mengenai bagaimana mengenal dan mendeteksi uang palsu (dduh ckckck).

Wah, seru, seru, abis itu dengerin penjelasan dari Team Pemandu Museum Bank Indonesia, kita ngobrol-ngobrol tentang seperti apa sih yang kalian inginkan kalau berkunjung ke museum, wah sebenernya topik ini sudah kita bahas beberapa waktu lalu, tapi cuma di milis sahabatmuseum@yahoogroups.com makanya ntar kita obrolin aja rame-rame, gimana, setujuuuuu ??? setuju dong :)

Kelar ngobrol, kita ke arah luar belakang gedung museum ini guna menyiapkan diri untuk berbuka puasa bersama. Kebetulan letak mesjid ini persis di sebelahnya pondasi Tembok Kota Batavia yg sedang digali oleh para arkeolog. Hmmm, pondasi ujung selatan Tembok Kota Batavia ini kalo saya duga, deket-deket sama sebuah pintu yang kini kita mengenalnya sebagai kawasan Pintu Kecil, karena doeloe terdapat sebuah pintu untuk masuk ke dalem kota yang telah dibentengi setelah kerusuhan sosial di tahun 1740. Nah, nama gerbang (pintu) ini adalah Gerbang Diest.
Gerbang Diest (Diestpoort), dibangun pada tahun 1657, nama ini diambil dari rumah gardu Dietz (nama seorang bangsawan Nassau, yah ejaannya Dietz, bukan Diest...) yang terletak di sebelah timur sungai. Karena pintunya kecil, Diestpoort ini belakangan dikenal: Pintu Kecil.
Doeloe, sebagai jalan masuk dan juga keluar kastil (tembok), disediakan empat pintu gerbang. Pada abad ke-17, jalan utama dari kastil ke wilayah pendalaman (ommelanden) hanya melalui timur laut, yaitu di depan Gereja Portugis Luar Kota (atau bahasa belandanya nih... Portugeesche Buiten Kerk), nah, itu sekarang adalah Gereja Sion! yang terletak di Jl. Pangeran Jayakarta.

Oke kembali ke cerita tentang Tembok Kota Batavia, karena doeloe hanya ada 1 pintu gerbang, kemudian dibuatkanlah beberapa gerbang di sekitar tembok ini, itu adalah: Rotterdam-poort yang ada terletak di bagian timur tembok (hm di sebelah kanannya Stasiun Jakarta Kota?
yang mojok ke sungai?), di sebelah selatan ada Nieuw-poort. Dari gerbang selatan inilah muncul istilah Pintu Besar. Dan ada tahun 1652 dibangunlah pintu gerbang yang diberi nama: Utrechtschepoort, kerna doeloe ada jalan Utrechtstraat (sekarang bernama Jl.Kopi kayaknya), posisi pintu ini mengarah Barat, ke Kali Besar.
Waduh... kalo ngomongin Tembok Kota Batavia, kayaknya belom lengkap kalo blom ngobrol sama ahlinya, nanti nih rencananya pas Minggu sore besok, Pak Mundardjito Guru Besar Arkeologi UI mau gabung sama kita dan ngobrolin Tembok Kota :)

So, toenggoe apalagi ?!! Lekas, Sigra daftarken diri toean dan njonjah sekalian sekarang djoega ke email: adep@cbn.net.id atawa hoeboengi telefoon-tangan di nummer: 0818 94 96 82 (no. urut peserta akan diberikan setelah mendaftar, sehingga nantinya transfer uang sesuai dengan nomer urut) dapat ditransfer setelah mendaftar, doeit bisa ditransfer ke Bank BCA: 2371425693 BCA cab Pondok Indah atas nama ADE HARDIKA PURNAMA toeloeng dikonfirmasikan via email atawa sms ke 0818 94 96 82 atau difax ke (021) 7696273 sesudahnya transfer berhasil dilakukan. (doeit jang soeda ditransfer tida dapet dikembalikan, tetapi bisa dioper kepada orang laen/teman, nah yuk yak yuk pada ikutan yuk..)

Memoedjiken dengen hormat,
Ade Purnama (Adep)
SAHABAT MUSEUM
adep@cbn.net.id
0818 94 96 82
more

04 - 07 September 2007 | 09:00-16:00

Perpustakaan Nasional RI
Jl. Salemba Raya 28A
Jakarta
T 310 1411

Menampilkan Koleksi Perpustakaan Nasional RI: Koleksi Bahan Pustaka tentang Lagu Indonesia Raya dan Lagu-lagu Wajib Nasional; Peta Kuno; Buku Langka; Naskah Kuno; Surat Kabar Tertua; Majalah Terjilid Tertua; Perpustakaan Elektronik Keliling (Pusteling); Multi Media dan Kemas Ulang Informasi; Direktorat Deposit; Preservasi dan Konservasi Bahan Pustaka; Pameran foto Proklamator RI produksi Ipphos (di Layanan Terbuka, Perpustakaan Nasional RI,Medan Merdeka Selatan 11)
more

Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly. Sekarang PayPal sudah terhubung dengan bank di Indonesia

Ads

Recent Posts

Recent Comments