d j a l a n d j a l a n

about traveling in jakarta

Categories

Live Traffic Feed

View blog authority

Showing posts with label package tour. Show all posts

manado17-18-19 Mei 2008
Sabtu-Minggu-Senen

Koeliling Manado, dan tentu Bunaken dong!

  • Kuburan Tua Waruga yang udah tua banget (kuburannya Nenek Moyang Suku Minahasa)
  • Makam Tuanku Imam Bonjol (yang dibuang oleh Belanda jauh banget, dari Sumatra ke Celebes, hingga wafat di sekitaran Manado)
  • Makam Sam Ratulangi, Pahlawan Nasional
  • Melihat Monyet Terkecil di Dunia (lucu deh, namanya Tarsius Spectrum, kepalanya bisa muter 180 derajat ke belakang, nggemesin)
  • Makan Siangnya di Pinggir Danau Tondano :-)
  • Bukit Kasih (yang merupakan lambang harapan keharmonisan antar agama di sekitar Minahasa)
  • Toar-Lumimuut (legenda ttg asal orang Minahasa)
  • Watu Pinawetengan (tempat dimana para leluhur Minahasa doeloe bertemu dan bermusyawarah)
  • Nginepnya di Hotel Santika Seaside Resort, Juga di Lokon Boutique Resort di Tomohon (ini resort, viewnya langsung gunung bokkk! sumpeh, rasanya pengen meluk tuh gunung)
diperkirakan sekitar Rp.3.500.000/orang
(tiga juta lima ratus ribu rupiah) mungkin segini, mungkin juga di bawah atau agak
di atas ini dikit. sori nih jek, harga tiket pesawatnya belom kebuka hingga skr,
mungkin beberapa hari lagi deh yaaah

kalo pada mau ngedaftar, hub:
adep@cbn.net.id
tempat terbatas!
cuman untuk 40 peserta saja ya!
detailnya dalam minggu ini deh

more

museumtamanprasasti1 Melihat museum dimalam hari? ih serem...
kan bangunan tua,pasti banyak hantunya.
Menyusuri makam tua di malam hari? apalagi pasti menakutkan... nanti seperti yang di film-film di Indonesia
nah buktikan sendiri,kalau museum itu tidak menyeramkan & menakutkan, seperti apa yangkita bayangkan...
Apalagi kuburan tua, pasti tidak serem...
kalau anda ikutan dalam acara :
Jelajah Malam Museum Taman Prasasti
Sabtu, 3 Mei 2008 | 18.30 - Selesai
Museum Taman Prasasti
Jalan Tanah Abang I No.1 Jakarta Pusat
Biaya : Rp.50.000,- (Lima Puluh Ribu Rupiah)

Fasilitas : Makan Malam Nasi Oelam Misjaya, Snack, Sinopsis, Hiburan Brass Band MBM, Pin/Kaos Jelajah Malam dan keliling Taman Prasasti
dengan narasumber Dr. Lilie Soeratminto (Dosen FIB UI)
75 peserta pertama akan mendapatkan kaos Jelajah Malam

Informasi & Pendaftaran :
Email : Kartum_boy@yahoo.com
Kartum Setiawan : 0817 9940 173 /021 99700131

Bagaimana menuju Museum Taman Prasasti ?- Dari arah stasiunJakarta Kota (BEOS) bisa menggunakan Mikrolet 08,turun di depan Museum Taman Prasasti.

- Dari arah Tanah Abang menggunakan Mikrolet 08, turun di Tanah Abang I, jalan kaki menuju museum sekitar 200 meter.
- Dengan Busway turun di Shelter Monumen Nasional (Monas), jalan kaki menuju ke Jl. Museum (disamping Museum Nasional) hingga ujung, setelah itu akan menemukan jalan Abdul Muis, belok kanan menuju Jl. Tanah Abang I, setelah itu belok kiri menuju Museum Taman Prasasti.
- Kendaran pribadi dari arah Jl. MH. Thamrinsampai di gedung BI, belok kiri menuju Jl. Budi Kemuliaan hingga ujung Jl.Abdul Muis, setelah menemukan Jl. Tanah Abang I, belok kiri menuju Museum Taman Prasasti.

more

Sabtu 26 April 2008 jam 06.30 pagi hari

Rp.750 ribu/orang, sudah termasuk:

  • (makan pagi 1 kali)
  • (makan siang 2 kali)
  • (makan malam 1 kali) (yap, total makan 4 kali)
  • (naik Bus AC Big Bird p.p)
  • (nginepnya di Hotel Mutiara)
  • (kaos PTD karya Van Dongen!)
  • (Kelilingin Observatorium Bosscha)
  • (Kelilingin Villa Isola, Bumi Siliwangi)
  • (Kelilingin Bandoeng di Tempo Doeloe)
  • (Kelilingin Museum Geologi yang keren)
  • (Kelilingin Museum Konferensi Asia Afrika)
  • (Maen Angklung di Saung Angklung Mang Udjo)

    (Selama di Bandoeng akan diceritakan oleh ahlinya)
    (Akan diterangkan riwayat Bandung pada masa purba)
    (Juga dijelaskan tentang "Jalan Raya Pos sebenarnya")

(tentang on-kost, yah Rp.750.000 (toedjoe ratoes lima poeloe riboe roepiah), kaloe-kaloe mahoe ikoet dari Bandoeng, bole sahadja, tapi on-kostnja tetep jaah, katjoeali yey bawa mubil ndiri (gak ikut bus) kepotong Rp.100.000 per persoon, djadinja Rp.650.000 per persoon, lantas kalo tak ikut hotel potong Rp.150.000, jadi kalo kagak ngikut bus (bus Big Bird yang Batmus gunakan dari Jakarta) dan gak ikut
menginep di hotel, maka silahkan transfer Rp.500.000 sadja, dan itu udah termasuk kaos pitidi jang editie choesoes.

hhhmm sorrynih jek, sebenernja i djoega gak demen sama pitidi ketengan, ach
kayak beli rokok aja, sebatang-dua batang hehehe, tapi yah begini adanya kalo pitidi yang kotanya terlalu deket sama ibukota hehehe)

(oh iyah, orang moeda, toea, bajarnja sama jah, kerna kitaorang bikin ini plesiran boekan oentoek korting-kortingan, namoen jang kitaorang kassie persembahkan adalah konsep yang prima, dengan kemasan yang yuhuuu!)

Kaloe-kaloe kota Batavia di djemannja Gouverneur-Generaal J.P.Coen (thn 1619 -1629) pernah poenja slogan jang beboenji: "Dispereet Niet!" (atau bahasa gaulnya: "Jangan Desperado deh!" hihi), maka kota Bandoeng poenja jang lebi yahud poenja, jakni begini: "Ga niet dood voor dat je naar Parijs Van Java gaat" (atau kira-kira
artinya: "Lu jangan mokat dulu dah sebelom lu pegi ke Bandung!" eh iye, mokat = mati yah, duh 80an bgt!)

Yah, kota Bandung memang moiiiiiiiii, sehingga banyak orang doeloe yang percaya bahwa "Tuhan menciptakan Bandung sambil tersenyum".
Walah! gak salah tuh! yah kagak dong, tapi yah jangan liet yang sekarang, yang makin semrawut akibat serangan plat B selama weekend ! (maap yah warga Bandung, peace !).

Okeh jadi gini nih, kitaorang kasengsem banget oentoek plesiran naar Bandoeng di achir boelan April. Kalo yey pengen ikoetan, sigra, lekas, daftarken diri toean-njonja ke email: adep@cbn.net.id sekarang djoega !!!

kerna kitaorang aken bikin satoe programma jang tiada kadoeanja (pertjaja deh) iaitoe:

PLESIRAN TEMPO DOELOE: Bandoeng, Euy!
sedari hari Saptoe hingga hari Minggoe
tanggal 26 dan 27 April di tahoen 2008

Doeloe di saboeah krant (yah, ini menjadi koran di Bahasa Indonesia deh!) ada gambar komik jang menampilkan moeka semrawoet saorang lelaki, dan di bawahnja ada sadikit toelisan: Batavia, Soerabaia.

Sedangken di seblahnja ada gambar moeka tjerah, terang poela bertjahja (bercahaya), jang menggambarkan saorang meneer djalan kaki sembari moekanja tersenjoem bahagia en tampak sehat wa'alfiat jang ametlah berbeda dengen gambar di seblah kirinja.

Yaah itoe komik kassie tjontoh bahoea tatkala jij di Bandoeng, maka jij aken
senantiasa goembirah. Hati gelisah, goenda-goelana, tiada moentjoel :)
Tapi itu duluuuuuuu...

Kalo sekarang ?!!#$%
Tenang aja, Bandung masih menyisakan berbagai macam keindahan dan keunikan yang tetap bikin kitaorang berdoejoen-doejoen toeroen ka selatan naek auto via Cipularang! Apalagi djikaloe toean en njonja jang boediman ikoetin program-nja SAHABAT MUSEUM, jang soesoenan atjara bikin hati ini tergoda, kerna kitaorang soeda settingin itoe atjara bagoes betoel!

Nih dengerin aja nih, begitu sampe Bandung (kira-kira jam 10 pagi) kita langsung ke Museum Geologi, yang akan dipandu oleh ahlinya: Pak Budi Brahmantyo :)

Pak Budi ini adalah seorang geolog ITB yang bersama team-nya menemukan situs Goa Pawon di sekitar barat kota Bandung, di tahun 1999. Dia orang juga menemukan fossil atau kerangka Manusia Pawon yang masih utuh, dan tertimbun di tanah selama lebih dari 1000 tahun lamanya *gleg!* pokoknya seru deh ceritanya Pak Budi ini nantinya.

Oh iya di dalem Museum Geologi ini, kitaorang akan semakin paham akan Indonesia, tentang Pulau Jawa, Pulau Sumatera, Pulau Kalimantan, Pulau Sulawesi, Pulau Ambon, Pulau Papua, dan pulau-pulau lain di seluruh Nusantara.

Juga akan diterangkan tentang mengapa Pulau Sumatera rawan gempa, trus Pulau Kalimantan aman-aman aja dan stabil, lantas kenapa Pulau Sulawesi berbentuk huruf K. hhhmmm sangat informatif nih museum!

eeitts jangan lupa disini juga banyak kerangka dinosaurus dan manusia purba taun jebot.

Lantas sebelum makan siang, Pak Budi akan mempresentasikan mengenai terjadinya kota Bandung, yang doeloenja masih merupakan danau purba, dan jg lu olang akan dikasih liet bagemana caranya danau itu terbentuk. Berawal dari letusan gunung di sekitar kawasan ini, lalu air mengenangi cekungan kosong, dan selanjutnya, dengerin penjelasan langsung aja deh dari Pak Budi, karena diaorang aken jelasinnya pake power-point lengkap dengan suara gunung meletusnya, mledug !!! aarrrg menarik sekali presentasi si bapak yg atu ini!

Abis itu ke berger (bergerak maksudnye) ke Observatorium Bosscha.
Ada sebuah teropong yang gede di puncak bukit Lembang, dibangun pada awal tahun 1920an oleh Meneer Karel Albert Rudolf Bosscha (dibacanya: Bossya). Teropong bintang ini didirikan atas pesan ayah si Karel pada tahun 1902, yang diucapkan selagi sarapan di Nederland atau Negeri Belanda. Ini bangunan kerap disebut sebagai: Sterrenwacth, yang artinya Peneropong Bintang, tapi mamang di sekitar sini lebih suka mengucapkanya menjadi: Sterwah, maklumlah lidah lokal!
Ntar deh kitaorang ceritain riwayatnya gedung ini, lengkap dengan caranya mengimpor dari Eropa sono, bisa dibayangin kan gimana caranya bawa teropong bintang seberat 30 ton ini dari Batavia ke Bandung pada tahun 1920an, dengan spoor dari Tandjong Priok ke Lembang.

Klaar koeliling Teropong Bintang Observatorium Bosscha, kitaorang lanjutin perjalanan turun ke Villa Isola, kalo mau liet seperti apa luarnya, liet aja nih di multiply-nya Maya Hadi, di-klik aja: www.mayahadi.multiply.com, dan nantinya kitaorang puterin film yang ada gambar villa ini dari dalem, dan tentu nontonnya di dalem gedung ini nantinya, tidak lupa kita akan naek sampe atasnya, wuiih ke
atapnya bok! sambil lietin kota Bandung menjelang sunset (emang masih keliatan yakh?) tentang ini masih tentatip yah <<< pake p kan sunda pisan, euy! hihi) waktu kunjungan doeloe di tahun 2005 silam, kitaorang boleh sih naek ke atas-atasnya, nah mudah-mudahan untuk kali ini dibolehin lagi yah... plis, plis, plis *tersenyum* acik, acik, acik.

Baik, selama di Bandung, kitaorang akan ditemenin oleh Pak Her Suganda. Beliau adalah penulis buku yang berjudul: "Jendela Bandung". Ini buku sungguh menarik, karena menceritakan riwayat Bandung dari doeloe hingga sekarang, yah sampai fenomena Factory Outlet yang bikin Bandung jadi penuh sesak! dan katanya gelombang eksodus warga Jakarta berdoejoen-doejoen menyerbu Bandung terjadi
mula-mula pada tahun 1997, tatkala Indonesia dilanda krismon, banyak orang yg mencari barang kualitas bagus dengan harga miring (ach, gue yakin lu semua ngalamin juga dah :)

Sasoedanja poewas (pake w, biar kedengeran puwas banget), malemnya kita mengaso sembari liet pertunjukan angklung yang dibawakan oleh bocah-bocah cilik, dan udah gitu kitapun bisa ikutan jg lho, yah maenin angklungnya beramai-ramai, kapan lagi tuh maen angklung bareng secara massal !

Abis itu kita berger lagi ke Hotel Mutiara di Jl. Kebon Kawung, berbintang tiga. Ini hotel letaknya di deket Stasiun Spoor Bandung, tetapi troesa chawatier, kerna kitaorang tiada denger kegadoehan jang timboel kerna spoor atawa trein liwat.

Nah mumpung masih ngomongin kereta api, mungkin bisa disimak sebuah percakapan di tahun 1926 tentang obrolan wong londo sama inlander yang sungguh bikin hati tersenyum simpul, seperti pertanyaan si bule, begini bunyinya:

Here coolie, take my luggage, diterjemahkan ke Bahasa Melayu menjadi: Sini coolie angkat barang (dduh!)

trus ada lagi, pas mau check in di hotel, si londo bertanya: Where is the manager? eh malah terjemahannya: Mana toean? (dduh gak nyambung gitu sih!),

dan ada atu lagi nih: Boy, take my luggage to no.50, five pieces. diterjemahin menjadi: Djonges (atau djongos), angkat barang di kamar 50, ada lima potong. Oh iya djongos itu berasal dari kata jongen yah, atau young boy, kalo perempuan disebutnya: Baboe (halaaah, kacau nih Belanda!).

ada satu lagi nih, kalo minta morning call, maka si londo akan berkata: Wake me up tomorrow at 6 o'clock, yang di buku itu diterjemahin menjadi: Kassi bangoen bessok pagi poekoel anam betoel (duh kenapa pake betul?)

(Terima kasih kepada Toean Sjouke Rijper jang soeda kassie saia ini boekoe boelan
Februari silam, itu buku berjudul "Come to Java" sebuah buku panduan keliling Jawa di tahun 1920an, kalo sekarang mungkin semacam buku "Lonely Planet" kalii yeee, pokoknya nih buku bagus betul dan informatif euy!)

Esoknya (Minggu, 27 April), kitaorang jam 8 pagi berger, keliling Bandoeng Tempo Doeloe bersama Pak Her Suganda, sampe jam 12, makan siang, lantas keliling Museum Konferensi Asia Afrika, nontonin film Bandoeng di awal abad ke-20, Hotel Savoy Homann -deket gedung museum-masih kayak rumah biasa, juga nantinya kitaorang bersama-sama pakein ini kaos bergambar hotel ini karya Peter Van Dongen !!!

(liet deh contohnya di lampiran email di bawah ini).

Kelilingin Museum Konferensi Asia Afrika, menyimak perjuangan diplomatik bangsa Indonesia. Itupun terjadi (perundingan diplomatik) sebelum kedaulatan Republik Indonesia diakui pada tanggal 27 Desember 1949.

Ach, mungkinkah nantinya kita akan bikin serangkaian plesiran tentang perundingan, yang dimulai dari Runtuhnya Hindia-Belanda di Lapangan Udara Kalidjati pada tahun 1942, lalu peristiwa diculiknya Bung Karno & Bung Hatta ke sebuah rumah di Rengasdengklok (eh ini bukannya perundingan yah, tapi penculikan), kemudian perjanjian-perjanjian diplomatik antara Republik Indonesia dan Kerajaan Belanda, Perundingan Renville, Roem-Royen, lantas Linggardjati di
tahun 1946, hingga Konferensi Meja Bundar di Den Haag (wah nanti kita PTD ke Belanda, cciiiihhuuyy.. siapa hendak turut? hayyooo angkat tangan!)

Abis itu giliran Pak Djoko Marihandono presentasi pas di achir plesiran di Bandung, Pak Djoko adalah seorang yang meriset tentang Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels. Pak Djoko akan menjelaskan tentang siapa Daendels, kenapa ia dikirim ke Jawa, apakah Daendels orang yang kejam, apa hubungannya dengan Napoleon, Perang Eropa, Inggris, jajahan Perancis. Dan bisa dibilang Daendels ini: "Belanda
bukan, Perancis juga bukan" :(

trus kisah yang paling fenomenal dari Daendels ini adalah: Jalan Raya Pos (atau De Groote Postweg). Pak Djoko akan menceritakan versi lain dari yang lain, yang selama ini beredar, jika kita selama ini mengetahui kisah sepak terjang Daendels kayak begini-begitu, di tangan Pak Djoko kisah Daendels adalah begono-begicu (dduh apa sih maksud gue?), pokoknya sangat berbeda deh, yang selama ini kita ketahui Jalan Raya Pos adalah dimulai dari Anyer (Banten), dan berakhir di Panarukan (Jawa Timur),

hhhm jadi mulai dari mana nih yang Jalan Raya Pos versi Pak Djoko?
udah gitu yah, yang katanya pengerjaannya dengan sistem kerja paksa, kata Pak Djoko itu sebenarnya bukan kerja paksa atau kerja rodi, melainkan DIBAYAR! berupa garam dan beras... ach sungguh cerita baru bagi kitaorang, udah gitu Pak Djoko juga akan menjelaskan tentang Cadas Pangeran (yang ada monumennya sekarang, kalo kita mau ke Sumedang, yang ada patung Pangeran Kornel bersalaman dengan Daendels ini, pake tangan kiri, jek! gile gak gitu? udah gitu tangan kanan si pangeran megang keris, choy!)

wah ntar dengerin aja deh kisahnya langsung dari mulut Pak Djoko, apakah semua itu benar atau hanyalah khayalan belaka, nah lebih baek toean-njonja ikutan pitidi (PTD = Plesiran Tempo Doeloe) ini deh, okeh jek?

So, toenggoe apalagi ?!! Lekas, Sigra daftarken diri toean dan njonjah sekalian sekarang djoega ke email: adep@cbn.net.id atawa hoeboengi telefoon-tangan di nummer: 0818 94 96 82 (nomer urut peserta akan diberikan setelah mendaftar, sehingga nantinya transfer uang sesuai dengan nomer urut) dapat ditransfer setelah mendaftar, doeit bisa ditransfer ke

Bank BCA: 2371425693 BCA cab Pondok Indah
atas nama ADE HARDIKA PURNAMA
toeloeng dikonfirmasikan via email atawa sms ke
0818 94 96 82 atau difax ke (021) 7696273

sesudahnya transfer berhasil dilakukan. (doeit jang soeda ditransfer tida dapet dikembalikan, tetapi bisa dioper kepada orang laen/teman) tjara membajarnja/transfer, misalnja: Mas Boy ada di nomer urut 18, maka Mas Boy transfernja = Rp.750.018 (kalo di mesin ATM ketiknya Rp.750018 <<<<< angka 18 di belakang mengacu ke no.urut) djadi ntar bajarnja boekan Rp.750.000 sadja, tetapi ditambah Rp.18 sebagi nomer urut. okeh bener yah kayak gitu, trims. oh iya kalo soeda mentransfer dan soeda pake no.urut, kabari yaaaw!

Memoedjiken dengen hormat,
Ade Purnama (Adep)
SAHABAT MUSEUM
adep@cbn.net.id
0818 94 96 82

Saptoe 26 April 2008
06:00 – 07:00 Kumpul di Parkir Timur Senayan
07:00 – 10:00 Berangkat ke Bandung, Euy!
10:00 – 11:00 Keliling Museum Geologi
11:00 – 12:00 Cerita ttg Bandung Purba
(oleh Pak Budi Brahmantyo, dosen ITB)
12:00 - 13:00 Makan Siang di Bandung
13:00 – 14:30 Berangkat ke Observatorium Bosscha
(ditemenin oleh Pak Her Suganda seharian penuh)
14:30 – 15:00 Jalan Kaki ke atas dari bawah
15:00 – 16:00 Keliling Observatorium Bosscha
16:00 – 16:30 Jalan Kaki ke bawah dari atas
16:30 – 17:00 Berangkat ke Villa Isola
17:00 – 18:00 Keliling Villa Isola
18:00 – 19:00 Berangkat ke Hotel Mutiara
19:00 – 19:30 Istirahat di Hotel Mutiara
19:30 – 20:00 Berangkat ke Saung Angklung Mang Udjo
20:00 - 20:30 Makan Malam di Saung Angklung Mang Udjo
20:30 – 22:00 Show Performance dan Maen Angklung, bok!
22:00 – 22:30 Kembali ke Hotel Mutiara
22:30 – 23:00 Siap-siap Pintong Bandung
23:00 – 24:00 Pintong Keliling Bandung
Minggoe 27 April 2008
06:00 – 08:00 Sarapan di Hotel Mutiara
08:00 – 11:00 Keliling Bandoeng Tempo Doeloe
(ditemenin oleh Pak Her Suganda seharian penuh)
11:00 – 12:00 Berangkat Makan Siang di Bandung
12:00 - 13:00 Makan Siang di Bandung
13:00 - 14:00 Keliling Museum Konferensi Asia Afrika
14:00 – 15:00 Cerita ttg Jalan Raya Pos (De Groote Postweg)
(oleh Pak Djoko Marihandono, Dosen Sastra Perancis UI)
15:00 – 16:00 Berangkat ke pusat kota, oleh-oleh!
16:00 – 17:00 Belanja oleh-oleh khas Bandung, Euy!
17:00 – 20:00 Berangkat ke Jakarta, dan good bye!

more

Menguak sejarah kota di kegelapan, menelusuri jejak tersembunyi di dalam gedung tua!

Sabtu, 26 April 2008. Pukul 19.00-24.00 wib.
Kumpul di Museum Bank Mandiri Jl. Lapangan Stasiun No.1 Jakarta Barat 11110 (Depan Stasiun Bus Transjakarta Kota)

NARA SUMBER Asep Kambali (Sejarawan)

ROUTE Museum Bank Mandiri, Museum Bank Indonesia, Chartered Bank, Toko Merah, Jembatan Kota Intan, Cafe Galangan*, Gudang Kayu VOC, Museum Bahari, Pelabuhan Sunda Kalapa, Menara Syahbandar, Jalan Tongkol, Cipta Niaga, Dasaad Musin Concern*, Taman Fatahillah, PT Pos Indonesia, Museum Sejarah Jakarta, Escompto Bank, Musuem Bank Mandiri.

HTM Rp.75.000.-
Peserta Umum, Min.30 org, Max. 100 org

INCLUDE Souvenir Pin Unik, Snack, Air Mineral, Makam Malam, Tour Guide,Tiket Masuk, Hands out.

PEMBAYARAN Silahkan transfer ke: Acc. 697-0109-160.
an. ASEP KAMBALI, BCA Cab. Kartini Jakarta Pusat
Pendaftaran dan Pembayaran TUTUP 24 April 2008, pkl. 21.00 wib. Bukti Transfer dibawa pada hari H untuk Registrasi Ulang. Siapa cepat bayar, dialah fix sbg peserta.

CARA PEMBAYARAN Silahkan telpon terlebih dahulu untuk mendapatkan no. urut
pembayaran, kemudian transfer ke no rekening di bawah, dengan
menambahkan no. urut di belakangnya. kemudian telpon kembali/sms untuk konfirmasi bahwa anda sudah transfer. Contoh: JP. Coen sudah telpon dan mendapatkan no urut pembayaran 9. Maka, yang harus dilakukan JP.Coen adalah mentransfer uang sejumlah Rp. 75.009 ke rekening di atas.
Angka sembilan adalah no urut pendaftaran JP. Coen.

TIPS PERJALANAN Karena acara 100% Walking Tour; Maka dipersilahkan untuk membawa obat-obatan/ cemilan/minuman pribadi secukupnya. Disarankan membawa kamera, handycam, recorder, dan handuk kecil. Karena malam, mohon bawa senter kecil pribadi. Gunakan pakaian casual, sandal/ sepatu kets.
Tidak diperkenankan untuk anak di bawah umur 15 tahun. Mohon
berprilaku yang sopan dan tidak sombong. Save the Heritage!

INFORMASI & PENDAFTARAN
KOMUNITAS HISTORIA INDONESIA
Komunitas Peduli Sejarah dan Budaya Indonesia
Tati: 0819.3269.0456; Udjo: 0818.0807.3636 (No SMS, Please!)

more

25-27 April 2008

Tour Jepara, Rembang, Kudus dll/Semarang

Yayasan Warna Warni Indonesia, mempunyai misi memberdayakan sejarah dan budaya untuk Indonesian Nation Character Building.

Dalam rangka Hari Kartini, Tahun Kunjungan Wisata 2008, dan 100 tahun Kebangkitan Nasional Indonesia kami akan mengadakan kegiatan wisata sejarah dan budaya dengan tema : THE CITIES OF KARTINI'S PASSION.

Dalam kegiatan itu kami akan mengunjungi tempat tempat yang diceritakan Kartini dalam suratnya kepada Abendanon (1902-1905) antara lain Kampung ukir di belakang gunung dekat rumah Kartini Kabupaten Jepara, Klenteng di Kampung Welahan yang menginspirasi Kartini menjadi seorang Vegetarian dan mengaku sebagai "penganut"
Budha.

Kunjungan kami ke daerah-daerah tersebut selain bertujuan menggugah masyarakat untuk mencintai budaya dan sejarah bangsa, juga bertujuan untuk "berbagi" antara ibu ibu di daerah dan ibu ibu dari Jakarta. Harapan kami kegiatan-kegiatan ini akan membangkitkan rasa percaya diri daerah akan sejarah lokal dan potensi yang dihasilkannya, seperti misalnya : kerajinan, (batik Laseman Rembang , kain tenun Troso Jepara, ukiran dan tentu saja kulinernya).

Sebagai bagian dari misi untuk memberdayakan sejarah Kartini, kami juga akan menyumbang buku-buku Kartini untuk koleksi Museum Kartini maupun di sekolah sekolah di Jepara dan Rembang.

25 April 2008 - Jepara
07.00 Rombongan berangkat menuju Semarang dengan pesawat Mandala Airlines
08.00 Tiba di Bandara Semarang. Rombongan langsung menuju Jepara melalui Demak. (Luggage akan diurus oleh pihak hotel)
09.00 Rombongan tiba di Demak, mampir di Masjid Demak untuk foto bersama dan keperluan toilet. bagi yang ingin sholat sunah dipersilakan.
09.30 Berangkat menuju Jepara
10.30 Tiba di Pendopo Kabupaten Jepara, menyaksikan atraksi kesenian daerah, anjangsana di "rumah" Kartini dan Museum Kartini sambil menikmati bazar PKK Jepara. Rombongan diharapkan belanja
13.00 Kedaung Elegant Lunch di Pendopo Kabupaten Jepara diselingi dengan fashion show, door prizes.
Baju fashion show berupa tenun Troso Jepara di design dari Yani Colection Jakarta dan dihadiahkan seluruhnya untuk Ibu Ibu PKK Jepara
15.00 Tour naik becak/dokar/ke Kampung Ukir yang terletak di belakang gunung.
(Kartini serius menceritakan dan membanggakan tentang para seniman ukir sejati dari kampung ini. Sayang Kampung yang unik dimana seluruh pinggir jalannya berupa workshop dan toko ukiran jarang di expose sebagai potensi daerah wisata Jepara)
16.00 Rombongan kembali ke Semarang dan mampir di Klenteng Welahan (Suatu Klenteng yang disebut Kartini dalam suratnya kepada Abendanon dan menginspirasinya menjadi seorang vegetarian dan mengaku anak Budha)
19.30 Tiba di Semarang dan Makan Malam di restoran " Pesta Keboen "(Suasana restoran yang dekorasinya terdiri dari foto foto kuno semarang)
21.00 Kembali ke hotel Ciputra, istirahat.

26 April 2008 - Rembang
Dress code: Batik (kalau ada Batik Lasem)
07.00 Makan pagi di Hotel Ciputra
08.00 Berangkat menuju Rembang
11.00 Tiba di pendopo Kabupaten Rembang, menyaksikan atraksi kesenian daerah, anjangsana di rumah Kartini sambil menikmati bazar PKK Rembang "Batik Lasem Temptation "
12.00 Kedaung Elegant Lunch di Pendopo Kabupaten Rembang diselingi dengan fashion show, door prizes (Baju fashion show berupa batik Lasem di design dari
Yani Colection Jakarta dan dihadiahkan seluruhnya untuk Ibu Ibu PKK Rembang)
14.00 Ziarah ke Makam Kartini dan dilanjutkan ke Kudus

Kudus
16.30 Rombongan tiba di Kudus dan mampir di Masjid Kudus yang sangat unik untuk foto bersama dan keperluan toilet. bagi yang ingin sholat dipersilakan
17.00 Sight seeing kota Kudus
18.00 Menikmati bazar PKK Kudus dilanjutkan Kedaung Elegant
Dinner di Pendopo Kabupaten Kudus diselingi dengan fashion show, door prizes dan kesenian daerah Kudus (Baju fashion show berupa Batik Kudus di design dari
Yani Colection Jakarta dan dihadiahkan seluruhnya untuk Ibu Ibu PKK Kudus)
19.00 Kembali ke hotel Ciputra istirahat

27 April 2008 - Semarang-losari
08.00 Makan Pagi di Hotel Ciputra
09.00 Semarang City Tour, mengunjungi Museum Jamu Nyonya Meneer
13.00 Cozy Lunch di "Losari Coffee Plantation", menikmati keroncong kampung Losari dan fashion show dari Danar Hadi, serta door prizes
15.00 Rombongan kembali ke Semarang dan mampir di toko oleh-oleh khas Semarang
17.00 Menuju bandara dan makan malam di bandara ( menu Nasi Gandul yang unik dan Tahu Pong Semarang)

Acara ini didukung oleh :
Hotel Ciputra Semarang, Mandala Airlines, PT. Kedaung, Delta FM
Biaya : Rp.3.500.000,- (tiga juta lima ratus ribu rupiah), sudah termasuk :
Tiket PP Jakarta – Semarang – Jakarta dgn Mandala Airlines dan airport tax
Akomodasi 3 hari 2 malam di Hotel Ciputra Semarang
Transportasi selama tour dengan bis rombongan (max. rombongan 100 org)
Makan pagi di hotel
Makan siang dan malam di tempat2 berbeda sesuai jadwal kunjungan
Goody bag dari Sponsor (Kedaung, Delta FM)

Pendaftaran Hub. Ida Arimurti/ Norma Radio Delta tilp.021- 72784033
Hari kerja jam 8.30 sampai jam 5 sore.
Email arimurti@cbn.net.id
Secepatnya karena tempat terbatas.

more

cap-go-meh Minggu, 24 Februari 2008 | 08:00 sampai selesai

Komunitas Jelajah Budaya menyelenggarakan Jelajah Kota Toea bertajuk Cap Go Meh in China Town:

Kawasan Glodok atau Pecinan adalah suatu daerah yang ditetapkan oleh pemerintah kolonial Belandasebagai Chineesche Kamp ( China Town ) yang pengaturannya dibawahwewenang para opsir Cina. Berbagai aktivitas dipusatkan di Pecinan mulai darisektor ekonomi dengan konsep Rumah dan Toko (Ruko), tempat ibadah (Klenteng)hingga perayaan pasar malam dan Cap Gomeh. Hingga kini Glodok masih kental akannilai-nilai budaya Tionghoa yang akan terus mengukir sejarahnya.

Yuuk Ikutan JKT sambil lihat perayaan Cap Gomeh di Pancoran-Glodok.

Starting Point :
Museum Bank Mandiri,
Jl. Lapangan Stasiun No. 1
Jakarta-Kota
(Seberang Stasiun Beos/Shelter Busway Kota)

Minggu, 24 Februari 2008
Pukul : 08.00 Wib - Selesai
Biaya : Rp.50.000,- (Lima Puluh Ribu Rupiah)

Sudah Termasuk :
Tour Guide, ID Card,Sinopsis, Welcome Drink, Air Mineral, Snack serta Gado-Gado Direksi yang sudahkesohor seantero Jakarta

Rute :
Museum Bank Mandiri, Pasar Pagi, Asemka, Ruko Lama, Rumah Pasar Gelap, Toko Obat, Gedung THHK, Rumah Souw, Gereja Maria de Fatima, Klenteng-Klenteng

Registrasi & pendaftaran
Komunitas Jelajah Budaya
T: 0817 9940 173 / 021 99700 131
Email : kartum_boy@ yahoo.com
Mailist : jelajahbudaya- subscribe@ yahoogroups. com

Peserta JKT disarankan menggunakan Dress Code warna merah, seperti Kaos & topi Berhubung Musim hujan peserta disarankan membawa payung

more

Gedung-Gajah SAHABAT MUSEUM dengan hati seneng presenteren: PLESIRAN TEMPO DOELOE: VALENTIJN DI GEDUNG DJODO

Koelilingin isi Gedung Gadjah, Gedung Artja, dan.... Gedung Djodo! dimana banjak sekali warga Djakarta jang menemoekan poedja'an hatinja di gedung museum jang beroesia lebi dari 200 tahoen ini, tempat pemoeda-pemoedi di djeman doeloe pegi picknick kerna kemana lagi jah djalan-djalan di Djakarta koetika itoe?!!!

Poela ke Taman Prasasti, jang doeloenja ada meroepaken koeboeran elite orang Walanda, nanti aken ditjeritaken riwajatnja oleh Meneer Lilie Suratminto jang achli batjain batoe-nisan zonder moeloetnja moesti komat-kamit kaga djelas, tetapi aken britahoe kitaorang perihal makna jang tertoelis di tijap-tijap batoe-nisan.

Yah! semoewa jang ada di Museum Prasasti!
kalo kagak pertjaja, datenglah ke programma jang jahoed dan tiada kadoeanja ini, yeaaaah!

Start dari Museum Prasasti/Taman Prasasti (terletak di di Jl. Tanah Abang I no.1 Jakpus), finishnya di Museum Nasional jam 12:00 ya (terletak di Jl. Medan Merdeka Barat no.12)

(Museum Nasional = Museum Gajah)
(Museum Gajah = Museum Arca)
(Museum Arca = Gedung Arca)
(Gedung Arca = Gedung Gajah)
(juga disebut.... Gedung Djodo!)

Minggu, 17 Feb jam 07.30 pagi
Rp.30.000/orang (tiga puluh ribu)
kalo pada mau ngedaftar, hub: adep@cbn.net.id
yuk mari, mari...

Susunan Acara

07:30 – 08.00 Pendaftaran Ulang di pintu kuburan :)
08:00 – 09:15 Koelilingin Kebon Jahe Kober, yeaaah
09:15 – 09:30 Puter Film tentang Museum Gajah 1915
09:30 – 10:00 Jalan Kaki ke Museum Nasional (Gajah)
10:00 - 10:15 Makan Koewe-Koewe Tradisioneel yah
10:15 - 12:00 Koelilingin Museum Nasional (Gajah)
12:00 klaar, kalo ada yang masih muter, monggo..

more

16-19 Agustus 2007
Kepulauan Seribu (mengarungi kurang lebih 14 pulau)
Rp.795.000

Pendaftaran: starfish.adventure@gmail.com
info lengkap: AYa 9936 1274
foto-foto: http://ceritaaya.multiply.com

Buruan...karena cuma buat 16 Orang saja.

Cast Away Camping hadir lagi untuk yang ketiga kalinya.
Kemping di beberapa pulau...
Snorkelling di beberapa spot...

Foto2 dengan lokasi yang berbeda-beda........
Mancing di tengah laut.......
Main canoe ke pulau yg lebih kecil......
Bakar ikan.........
Pesta kembang api di tengah laut......
Asyik banget!!!
Perjalanan trip yang tanpa rencana..........
Satu hari bisa di hanya satu pulau.........
tapi esok....bisa mengarungi 4 pulau.........
atau lusa...........cuma 2 pulau saja...........

Menikmati liburan tanpa itinarery padat........
Just rileks, enjoy the real holiday.........
more

iDE A CRAFT TOUR
11 - 13 AGUSTUS 2007

11 Agustus 2007 | Jakarta-Tasikmalaya
Berangkat | start : Jakarta
Makan siang | Lunch : Bale Tinueng Sawah Wisata, Nagrek
Mengunjungi perajin payung kertas | Paper umbrella tour, Tasikmalaya
Mengunjungi perajin kelom geulis | Beauty clogs/klompen tour
Makan malam | Dinner : Cibiuk restaurant
Menginap | Accommodation : Hotel Mahkota Graha (***)

12 Agustus 2007 | Tasikmalaya-Garut
Makan pagi | Breakfast : Hotel Mahkota Graha, Tasikmalaya
Mengunjungi perajin batik | Batik tour
Mengunjungi perajin anyaman serat alam | Woven handbags tour
Mengunjungi perajin bordir | Embroidery tour
Makan siang | Lunch : restoran Sobat Kuring
Mengunjungi ke Kampung Naga | Naga Village tour
Makan malam | Dinner : Kampung Sampireun Resort & Spa, Garut
Menginap | Accommodation : Kampung Sampireun Resort & Spa, Garut

13 Agustus 2007 | Garut-Jakarta
Makan pagi | Breakfast : Kampung Sampireun Resort & Spa, Garut
Mengunjungi pusat kerajinan Garut | Handicraft center tour: batik, akar wangi, kulit, bulu unggas
Makan siang | Lunch : Kampung Sampireun Resort & Spa, Garut
Kembali ke | Back to Jakarta

Rp 1.200.000
sudah termasuk transportasi, akomodasi, makan dan T-shirt
transportation, accommodation, meals and T-shirt included.

T 021.533 0150/70 ext.32129 [Fanny/Yudhi]
HP.0856.9331 5307
more

Nonton Bareng RETROSPEKSI IWAN TIRTA
Acara liburan sambil menyaksikan
pergelaran Retrospeksi Iwan Tirta - Opera ”Tandhing Gendhing” di Benteng Vredeburg.

Jum’at - Minggu, 10 – 12 Agustus 2007
Rp 2.500.000 per orang
Rp 9.350.000 per keluarga (2 dewasa + 2 anak)

Biaya sudah termasuk :
1. Transportasi kereta api Jakarta - Yogyakarta
2. Transportasi pesawat udara Solo – Jakarta
3. Transportasi lokal Solo - Yogyakarta
4. Hotel (2 malam + breakfast)
5. Tour :
- Mengunjungi / berbelanja di kampung PERKAMPUNGAN BATIK PRAWIROTAMAN.
- Mengintip aktivitas pembatik di balik dinding keraton dan koleksi-koleksi batik keraton bersama Iwan Tirta – (ROYAL BATIK TOUR WITH IWAN TIRTA).
- Makan siang di BALE RAOS, mencicipi kuliner a la bangsawan Jawa.
- Belanja di BERINGHARJO atau Mirota Batik.
- Pergelaran RETROSPEKSI IWAN TIRTA – Opera ”Tandhing Gendhing” di Benteng Vredeburg + makan malam.
- Jelajah kuliner Jogja di waktu malam – LATE NIGHT JOGJA
- Mengunjungi MUSEUM BATIK DANAR HADI, Solo.
- Makan siang a la tempo doeloe di KUSUMA SARI, Solo.

HUBUNGI :
Sodikin 021-7208270 (waktu & jam kerja)
Dipersembahkan oleh GELAR, bekerjasama dengan Female Radio dan Delta FM.
more

3-5 Agustus 2007

Rp. 375.000 per orang
Termasuk: Transportasi AC, Penginapan tradisional, Makan Tradisional, Tour Guide, CD Dokumentasi

TARI KENDI – Di acara Seren Taun yang diadakan di Desa Cigugur, atraksi debus tak terlihat, diganti dengan prosesi tari kendi. [foto: Sulung Prasetyo|Sinar Harapan]

Keterangan lebih lanjut, hubungi:
Outback Outdoor Activities
Wisma Rahardja Lt. 4
Jl. TB. Simatupang Kav. 1, Cilandak, Jakarta Selatan
Tel. 781 18 18 ext 109
Fax 788 38 520
Email: cupy_69@yahoo.com
Contact person: Hernawan 0812 804 5399 atau Bayu 0818 154 826

Masyarakat Kasepuhan Banten Kidul
Kasepuhan dalam bahasa Sunda adalah kata yang mengacu pada golongan masyarakat yang masih hidup dan bertingkah laku sesuai adat istiadat lama.
Masyarakan Kasepuhan Banten adalah masyarakan agraris yang mendiami kawasan Taman Nasioal Gunung Halimun yang tersebar dalam 3 kabupaten: Kabupaten Lebak, Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi.
Mereka tinggal di daerah tinggi dengan populasi penduduk kurang lebih 30.000 jiwa dan menempati 569 kampung/lembur kecil (laporan Seren Taun 2004) yang termasuk ke dalam 360 kampung besar.
Kasepuhan yang memiliki keterikatan sejarah dengan salah satu Kerajaan Sunda dengan rajanya Prabu Siliwangi itu telah berumur 635 tahun pada tahun 2005. Dengan pusat pemerintahan adatnya berada di Kampung Gede Ciptagelar, Cikarancang - Cicemet, Kecamatan Cisolok, Kab. Sukabumi.

Profil Kampung Gede
Kampung Gede Ciptagelar - Cikarancang berada pada ketinggian 1200 mdpl dengan populasi 250 jiwa dalam 60 kepala keluarga. Terletak di bawah Gunung Halimun yang merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Halimun dan Salak.
Halimun adalah salah satu puncak gunung yang berarti kabut, karena setiap hari pukul 16.00 biasanya kabut turun menyelimuti areanya. Tempat baru ini berjarak 9 km dari Ciptarasa ke arah utara memasuki TNG Halimun dengan jalan menanjak dan menurun yang hanya bisa dilewati dengan kendaraan roda 2.
Mempunyai akses dari berbagai arah: utara - parung Kuda dengan mobil offroad, selatan - Pelabuhan Ratu dengan mobil dan motor, barat - Sinaresmi, Cicadas dengan mobil offroad.

Upacara Seren Taun - Abah Anom
Adalah puncak acara dari segala kegiatan masyarakat Kasepuhan yang dilakukan hanya di Kampung Gede. Prinsipnya hampir sama dengan Thanksgiving Day yang dikenal di masyarakat barat. Upacara besar dalam menghormati leluhur dan Dewi Sri, saat padi telah dilantai dibawa dalam arak-arakan kedepan lumbung komunal Leuit Si Jimat sebelum dimasukkan. Semuanya didahului dengan pembacaan mantera, arak-arakan debus dan ujungan, seni gundog, dog dog lojor, rengkong, dan nyanyian Sunda yang diiringi dengan suling.

more

Ride The Oud Batavia Onthel
Minggu, 01 Juli 2007 | 07.30 - selesai
Rp.75.000/per orang

"Banyak kenangan indah tentang sepeda; para priyayi, saudagar, lurah, tukang pos bahkan para pejabat Hindia Belanda menjadikan kendaraan ini sebagai alat transportasi utama di antara jalan-jalan lengang tanpa deru sepeda motor." Kini, sepeda menjadi alternatif transportasi ramah lingkungan yang cepat dan efisien di tengah arus kemacetan kota metropolitan seperti Jakarta. Jadi, tunggu apa lagi!

Ayo beramai-ramai naik sepeda dalam acara Jelajah Kota Toea
- Ride The Oud Batavia Onthel.

Rute :
Museum Bank Mandiri (Nederlandsche Handel Maatchappij)
Gedong Escompto Bank (Nederlandsce Indische Escompto Maatschappij)
Kali Besar (Groote Rivier)
Jembatan Kota Intan (Honderd Pasarbrug)
Museum Bahari (Westzijde Pakhuizen)
Menara Syahbandar (Uitkijk Post)
Pelabuhan Sunda Kelapa (Soenda Kalapa)
Taman Fatahillah (Stadhuisplein)

Starting Point :
Museum Bank Mandiri
Jalan Lapangan Stasiun no. 1 Jakarta Kota

Narasumber :
Nico Van Horn (Archivaris KITLV Leiden)

Fasilitas :
Snack, makan siang, Tour Guide, ID Card, Tiket masuk museum, Nonton Film Tempo Doeloe, Hiburan dan peserta dibonceng dengan sepeda Onthel.

Informasi Pendaftaran :
Komunitas Jelajah Budaya (08179940173, 021-99700 131)
Email : gerbang_batavia@yahoo.com
Milist : jelajahbudaya@yahoogroups.com

Pembayaran via transfer :
Bank Mandiri cabang Jakarta-Kota
(no. rekening 1150004512697 a/n Kartum Setiawan)
Peserta maximal 100 orang

[Foto: wongcilik]
more

Package Tour: 09.00 - 16.00
Daily: 7 hours
Adult: USD 25
Child: USD 20
No Minimum

Jakarta began its history in the 14th century as a small harbor town and today become a bustling metropolitan city. Old Batavia's heart is in the 'Kota' area now. Kampoeng the Old Batavia Tour presents the uniqueness of Jakarta with various blends of culture and traditions. This Tour featuring the following objects and attractions :
- National Museum
- Glodok
- Kota Intan Drawbridge
- Sunda Kelapa Harbor
- Fatahillah Museum

For Further Information :
Tourist Information Center Jakarta Theater
+ 6221 316 1293
F 6221 314 2067
www.jakarta-tourism.go.id

more

Package Tours: 09.00 - 17.00
Daily : 8 hours
Adult : USD 55
Child : USD 45
No Minimum

Drive through one of Jakarta's suburbs and lovely countryside, this tour takes you to Bogor, 60 km south of Jakarta and on to Puncak and Cisaruaarea at an altitude of 1,400 meters above sea level. This tour featuring the following objects and attractions :
- Bogor Botanical Gardens
- Puncak
- Taman Safari Indonesia

For Further Information :
Tourist Information Center Jakarta Theater
+ 6221 316 1293
F 6221 314 2067
www.jakarta-tourism.go.id
[Foto: Bogor Cybercity]
more

Package Tour: 07.00 - 16.00
Daily : 12 hours
Adult : USD 60
Child : USD 45
Lunch included
Minimum of 2 pax

Bandung Volcano Tour A full day scenic-sightseeing tour to Bandung, the capital of West Java Province and the Indonesia's third largest city, also known as 'the city of flower'. A pleasant drive via Subang roads, passing by mountainous area, paddy fields, rubber and tea plantations makes this excursion worth. This tour featuring the following objects and attractions :
- Ciater Hot Spring
- Tangkuban Perahu Crater
- Cihampelas Jeans Center


For Further Information :
Tourist Information Center Jakarta Theater
+ 6221 316 1293
F 6221 314 2067
www.jakarta-tourism.go.id
[foto: merbabu.com]
more

Package Tours: 08.00 pick-up at 07.00
Daily : One Day and /or Overnight Tour
Including : Transfer Hotel - Marina v.v
Boat to the chosen island v.v
Lunch
Breakfast included on the Overnight Tour only
No Minimum

Destination Pulau PUTRI
One day tour: Adult 75.00 | Child 60.00
Two days/One night: Adult 140.00 | Child 90.00
Additional night: Adult 80.00 | Child 45.00
Single Suppl: 40.00

Destination Pulau SEPA
One day tour: Adult 70.00 | Child 55.00
Two days/One night: Adult 120.00 | Child 80.00
Additional night: Adult 70.00 | Child 45.00
Single Suppl: 30.00

Scattered across the Java Sea to the North of Jakarta are the tropical islands of Pulau Seribu or Thousand Islands. The area is a marine national park, though more than 20 of the islands are permitted to be exploited. The islands are anything from 15 minutes or two hours away by boat and offer a wide range of accommodation and recreational activities such as scuba diving, snorkeling, and relaxing beach life. Jakarta's 'offshore' islands start only a few km out, in the Bay of Jakarta. The waters closest to Jakarta are murky - the islands are better the farther you go from Jakarta. For those who are interested in having a break away from the daily bustle of city life, we offer 2 (two) best resorts recommended to you :
- Putri Resort
- Sepa Resort

For Further Information :
Tourist Information Center Jakarta Theater
+ 6221 316 1293
F 6221 314 2067
www.paketrupiah.com
more

Package Tour: 13.00 - 18.00
Daily : 5 hours
Adult : USD 35
Child : USD 25
No Minimum

Visit and touring in Ancol Jakarta Baycity. It is Jakarta's all-in-one recreation park located on the waterfront in north of the city. Ancol is also home to the city's only appreciable beachfront, a great place for fun at the Bay of Jakarta. This tour featuring the following objects and attractions :
- Ancol Art Market
- Sea World
- Dunia Fantasi

For Further Information :
Tourist Information Center Jakarta Theater
+ 6221 316 1293
F 6221 314 2067
www.jakarta-tourism.go.id
[Foto: ancol.com
more

Package Tour: 13.00 - 17.00
Daily : 4 hours
Adult : USD 25
Child : USD 20
No Minimum

Try this afternoon 'Best Introduction on Indonesia' program and find the genuine culture and tradition of Indonesia. This tour featuring the following objects and attractions :
- Beautiful Indonesia in Miniature Park
- Cable Car Ride
- Museum Indonesia

For Further Information :
Tourist Information Center Jakarta Theater
+ 6221 316 1293
F 6221 314 2067
www.jakarta-tourism.go.id
[Foto: My Backpacking Journals
more

Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly. Sekarang PayPal sudah terhubung dengan bank di Indonesia

Ads

Recent Posts

Recent Comments